BOJONEGORO _ INDOSHINJU.COM _Pada Senin pon 17/6/2019 di area sendang panguripan sampang di hadiri muspika kecamatan temayang dan tokoh – tokoh masyarakat dusun Sampang
Juga berdatangan masyarakat masing – masing dengan membawa tumpeng dengan isi tumpeng diharuskan ikannya ayam panggang dan urap – urapan itu wajib menurut masyarakat dusun sampang
Saatnya jam 1.00 siang dimulai semua masyarakat dengan hikmat mendengarkan do’a dan mengamininya
Setelah do’a selesai terus tumpeng mulai di rencak dan di bagikan kepada para pengunjung dan masyarakatnya.

Menurut pesepuh Gus Mad Desa Sampang untuk yang di buat hajatan ada 4 titik
“Jadi tempat yang di sakralkan ada empat tempat yang pertama Candi,
Candi itu menurut legenda harus yang datang anak muda yg belum berkeluarga dan hajatan disitu sambil membawa judang setelah itu judang dibawa rame – rame sama pemuda di bawa ke sendang panguripan dan disitu baru di rencak kembali ramai – ramai setelah di Do’akan
Titik lain ada di murbandung tetap ada hajatan,setelah itu merapat ke sendang panguripan.

Tempat ke empat hajatan ke mberwangon setelah itu semua ngumpul ke area sendang panguripan sampai acara selesai
Sedekah Bumi tidak lepas dari hiburan dan hiburan itu tidak pernah berubah tetap Tayub yang sudah jaman dulu sampai sekarang.



Setelah makanan selesai di area sendang maka tayuban di mulai jam 3.00 di tempatkan di rumah bapak lurah sampai jam 5.30 petang .
Setelah itu diteruskan malam jam 22.00 sampai pagi.(ISC)


