Bojonegoro (indoshinju.com ) – Untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, Kepolisian Daerah Jawa Timur melakukan peragaan sistem pengamanan kota (Sispamkota) di Kenjeran Park Surabaya, Kamis (23/11/2017).
Simulasi pengamanan Pilkada melibatkan sekitar 800 personel dari Sabhara Polda dan Brimob, serta dihadiri oleh seluruh jajaran pejabat utama Polda Jatim dan Kapolres, Kapolresta, Kapolrestabes dan Kabag Ops jajaran Polda Jatim.
Dalam simulasi dilakukan sejumlah skenario diantaranya aksi penyanderaan tim sukses oleh kelompok radikal, aksi demo di Kantor Pemilihan Umum (KPU) dan kekacauan saat pengiriman logistik pilkada.
Tahapan pengamanan pun dilakukan, mulai aksi massa berjalan damai berlanjut massa mulai tidak terkontrol dan bertindak anarkis dengan merangsek memaksa masuk berusaha menerebos barikade Polisi Anti Huru-Hara.
Disampaikan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, simulasi itu menjadi bagian upaya pengecekan kesiapan personel dan peralatan dalam mengamankan Pilkada serentak.
Kapolda juga akan melibatkan TNI, toga, tomas untuk dikolaborasikan dalam menghadapi unjuk rasa.
Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro yang juga turut hadir dalam peragaan menyampaikan bahwa, kegiatan yang dilaksanakan oleh Polda Jatim akan dijadikan acuan dan dilatihkan di Polres Bojonegoro untuk meningkatkan pengetahuan dan profesionalitas anggota dalam penanganan unjuk rasa (unras).
“Ini akan kita latihkan di Polres, selain untuk meningkatkan kemampuan juga sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kesalahan prosedur dan pelanggaran HAM dalam menangani aksi unjuk rasa,” ucap Kapolres, AKBP Wahyu S Bintoro..(CIPTO)


