Bojonegoro indoshinju.com – masuk musim penghujan merupakan tantangan tersendiri bagi pemerintah kabupaten Bojonegoro. Dimana kabupaten Bojonegoro merupakan kabupaten yang menjadi langganan banjir. Namun kabupaten Bojonegoro mempunyai cara tersendiri untuk melaluinya yaitu dengan menggelar festival jazz bengawan. Festival tersebut dilaksanakan di Kelurahan Ledok Kulon, Kec. Bojonegoro (16/12).
Pada kesempatan Tersebut juga hadir pula jajaran forpimda.
Faris sigit selaku ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian kami kepada bengawan.
Hal merupakan bentuk gerakan kita untuk mengajak masyarakat bojonegoro yang tinggal dipinggir sungai bengawan untuk ikut menjaga bengawan solo.
Mulai dari menjaga sungai dari sampah. Selain itu juga harus ikut melestarikan tepi bengawan solo dengan menanaminya denga tanaman. Kang Yoto pernah berkata “sambut banjir dengan bahagia”. Itu merupakan inspirasi bagi kita untuk membuat festival jazz bengawan ini.
Kang yoto dalam sambutannya menyampaikan bahwa membuat acara festival jazz bengawan ini merupakan kegiatan yang sudah melampauai batas maximal.
Karena kita menyambut banjir dengan mengadakan sebuah festival. Itu menandakan banjir bukan merupakan hal yang menakutkan lagi bagi masyarakat Bojonegoro, masyarakat Bojonegoro malah menyambut banjir.
Mari kita hadapi banjir ini dengan bahagia, karena dengan bahagia semua masalah yang kita hadapi bisa kita selesaikan.
Kang yoto juga menambahakan bahwa kita harus bersinergi dengan alam. Karena alam merupakan bagian dari kita. Bila kita baik dengan alam, alam juga akan baik dengan kita.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di tepi sungai bengawan solo, serta pelepasan 3000 benih ikan ke sungai bengawan solo.
Selain itu juga ada pelepasan balon keudara yang sebelumnya diberikan tulisan penyemangat untuk dapat menjaga alam kita. Hal ini sebagai simbol untuk mengajak masyarakat agar lebih menjaga alam dengan baik.(Ghoras/Red)


