INDOSHINJU.COM -BOJONEGORO – Sabtu, 07 April 2018. Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Dusun Karanggayam RT.06 RW.03 Desa Blongsong Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro, membuat antosias sosial masyarakat makin bertambah.
Acara tersebut dirangkai berbagai macam kegiatan walaupun berupa acara kegiatan sederhana namun kegiatan tersebut memberikan motifasi buat kita semua untuk mengingat, berfikir, berbagi dan peduli dengan apa yang ada disekitar kita.
Kepedulian itu dilakukan melalui santunan anak yatim dan yatim piyatu yang ada didesa Blongsong, sebanyak 45 Anak. Menurut M. Abdul Ghoni (40) selaku prakasa kegiatan santunan tersrbut menuturkan. “Dengan berbagi pada sesama kita bisa menabung untuk diri kita baik secara dohir maupun batin, dan disamping itu juga akan menjaga diri kita dari berbagai hal”.
Selain kegiatan santunan tersebut juga pembinaan terbuka yang dilakukan oleh Bapak Suwarji selaku Kepala Desa Blongsong, Selain menyampaikan berbagaimacam program kegiatan yang ada didesa Blongsong beliau juga menyampaikan agar masyarakat menjaga kerukunan dan ketertiban dalam menghadapi Pilkada yang akan dilaksanakan oleh Kabupaten Bojonegoro dan Provinsi Jawa Timur. Dengan bahasa yang santun disampaikan “Soal Pilihan boleh berbeda karna itu adalah hak pribadi atau individu masing-masing tapi kerukunan sesama tatangga atau masyarakat harus tetap terjaga”. Tutur Bapak Suwarji Kepala Desa Blongsong.
Kegiatan terakhir ditutup dengan pembacaan sholawat dan tausiah oleh KH. Agus Salim dari Dander Bojonegoro dengan tema “Isro’ Mi’roj” dengan menceritakan sejarah Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, beliau menuturkan kalau Isro’ Mi’roj itu adalah ulang tahun Sholat lima waktu, asalmu asal mula terjadinya sholat lima waktu, dalam hikmah tausiah tersebut romo yai berbesan agar kita umat mualim tidak meninggalkan sholat lima waktu dan selalu mensyukuri apa yang kita miliki agar ditambah ni’mat kita oleh Sang Pencipta Jagad Semesta. Selain memberikan tausiah beliau juga memberikan “terapi sholat”. Dengan santun dan bermasyarakat penyampaiannya masyarakat mendengarkan dengan khusu‘ (Hendri/shinju)
