LAMONGAN (indoshinju.com) – Liga Remaja U 17, di group H, pada akhir pertandingan babak penyisihan mempertemukan Bojonegoro Fc melawan Persela yang merupakan tuan rumah di group H.
Pada laga tetakhir liga remaja putaran pertama Persela vs Bojonegoro Fc tersebut dilaporkan.
Pertandaingan mulai kic off babak pertama Berakhir Fc terlibat jual beli seragam.
Namun pada menit ke 5 gempuran cepat para pemain Persela, berujung tragedi kontroversial.
Pemain belakang Bojonegoro Fc dinyatakan hands ball.
Sedikit ketegangan terjadi di tengah lapangan karena para pemain Bojonegoro Fc tidak merasa menyentuh bola dengan tangannya.
Namun demikian keputusan wasit adalah mutlak, akhirnya hadiah tendangan pinalti untuk tuan raumahpun dilakukan, dan satu gol akhirnya bersarang di jaring Bojonegoro Fc.
Pertandingan mulai nampak tidak seimbang, lagi-lagi pelanggaran untk Bojonegoro Fc dan kartu kuningpun rajin keluar dari kantong wasit.
Benar saja, kondisi tersebut berakibat buruk bagi team tamu, pada menit ke 25 Bojonegoro Fc kembali kebobolan.
Emosi yang tak terkontrol diduga menjadi penyebab buruknya organisasi.
Hingga menit akhir babak pertama skor dua kosong untuk persela.
Setelah turun minum babak kedua permainan Bojonegoro tidak menampilkan greget sama sekali.
Tak ayal lagi permainan didominasi oleh team Tuan Rumah.
Dan lagi-lagi tendangan pinalti pada menit ke 10 babak kedua.
Sukses di eksekusi dan 3-0 Persela mengoleksi gol.
Bojonegoro Fc bermain semakin tak terkendali, permain belakang yang di kocok oleh Pemain Persela, akhirnya tidak lagi kompak dan menampilkan kerjasama yang solid.
Kemelutpun terjadi di area pertahanan Bojonegoro Fc, dan kembali berbuah gol untuk Persela, 4-0 sudah dikoleksi tuan rumah.
Pada menit-menit akhir, dalam 90 menit waktu normal, kembali Bojonegoro Fc digempur habis-habisan, dan pundi-pudi gol tuan rumah bertambah lagi menjadi lima kosong.
Salah satu penonton yang mengaku dari Temayang Bojonegoro mengatakan
“Karena pertandingan tidak seimbang, Bojonegoro Fc, melawan tuan rumah, yang mana tuan rumah diuntungkan oleh wasit, maka bojonegoro fc harus menerima kenyataan”, Ungkap penonton yang keberatan disebutkan namanya tersebut.
Putaran kedua liga remaja belum di pastikan siapa yang akan menjadi tuan rumah.
Sementara itu M. Rifa’i pelatih Candi Putra Fc, mengatakan,
“Kalau bisa Bojonegoro harus memberanikan untk menjadi tuan rumah kalau ingin lolos di putaran kedua”. Kelakarnya (c mad as)


