Gelar Musrenbang,Camat Tempuran M. Komaruddin FR : Prioritaskan Insfrastruktur Jalan, PSU, dan Sabuk Pantai

Karawang, jabar Indoshinju.com Senin, 14/2/2022 Pemerintah Kecamatan Tempuran gelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang)  Tahun anggaran 2023. Dalam musrenbang tersebut kecamatan Tempuran mengusulkan pelebaran dan perbaikan insfrastruktur jalan, penerangan jalanan umum sekaligus sabuk pantai di pesisir yang sama rob. Namun tidak semuanya masuk dalam usulan skala prioritas, dikarenakan keterbatasan anggaran.

Camat Tempuran, M. Komaruddin FR mengatakan, sebagian besar usulan yang diprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan khususnya pelebaran jalan layapan yang sudah menjadi langganan usulan dalam musrembang. Selain dari jalan, penerangan sarana umum dan Sabuk pantai menjadi skala prioritas dikarena masih kekurangan penerangan yang mengakibatkan laka lantas serta pesisir utara Tempuran yang selalu menjadi langganan rob. Desa di Tempuran sendiri mendapat jatah usulan skala prioritas masing masing desa satu titik pembangunan.

“Sekali prioritas yang diusulkan rata rata insfrastruktur jalan, khususnya jalan layapan. Tidak lupa juga psu karena sangat dibutuhkan. Dan terakhir usulan sabuk pantai di utara untuk mitigasi bencana rob ” kata Komarudin usai Musrenbang.

Sementara itu Ketua IKD Kecamatan Tempuran sekaligus kades Tempuran Zaenal Rojali, mengatakan, jangan sampai musrenbang ini hanya menjadi acara seremonial saja, tetapi harus bisa direalisasikan di tahun depan. Dirinya juga mengherenakan kondisi jalan layapan yang sudah menjadi skala prioritas yang dulu pernah diajukan tujuh tahun lampau, namun masih saja belum direalisasi.


” Semoga bukan hanya seremoni saja, tapi bisa dilaksanakan. Khusunya jalan layapan yang sudah sering dimasukan, ” keluh Rozali.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Komisi 1 DPRD Karawang Budianto. Ia menegaskan program usulan musrembang yang sudah disepakati bersama di Tempuran sendiri, jangan sampai hanya menjadi wacana saja akan tetapi harus bisa di realisasikan.


“Mengenai Jalan layapan dan Sabuk Pantai yang menjadi skala prioritas bersama dan usulan satu desa satu titik, jangan sampai menjadi wacana atau main mainan, ” jelas Budianto.


Dewan yang berasal dari Desa Ciparage ini juga menyampaikan kepada Pemda, yang diwakili Asisten Daerah II (Asda), agar para kades di Tempuran diberikan berkas Surat Keputusan mengenai spesifikasi jalan agar tidak tumpang tindih ketika mengusulkan skala prioritas jalan. Apalagi sampai diusulin karena spesifikasi salah, tidak bisa diusulkan kembali karena menggunakan SIPD.


“Saya sampaikan kepada asda supaya tidak tumpang tindih jalan yang sudah di SK-kan oleh Gubernur, mana jalan poros kabupaten, mana poros kecamatan, mana poros desa supaya tidak tumpang tindih, diusuilin tidak masuk. Mau di ususlin kembali sudah tutup, ” pintanya

Budianto merasa pemda mampu merealisasikan pembanguan satu desa satu titik. Ia juga merasa optimistis bahwa di tahun 2023 pembangunan di kabupaten Karawang dapat lebih meroket lagi.


“Jika dihitung anggaran semuanya satu desa satu titik itu Rp. 200 juta, maka dibutuhkan anggaran dari 297 desa sekitar 59 milyar. Namun apabila pemda hanya mampu Rp.150 juta maka sekitar 44 Milyar. Insya Alloh pemerintah daerah mampu. Mudah mudahan tahun 2023 pembangunan melejit, ” Pungkasnya.


Turut hadir, Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Karawang, Asda II, Kepala Bappeda, Dinas Terkait, Camat Tempuran, Para Kepala Desa se-Kecamatan Tempuran, BPD, Kepala Puskesmas, TNI, Polri, Tokoh Kepemudaan, Tokoh Masyarakat serta unsur-unsur terkait lainnya.(Pri/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *