CIREBON JAWA BARAT Baca indoshinju.com – ada ada saja yang dilakukan kepala sekolah SDN 1 ender kecamatan pangenan kabupaten cirebon jawabarat. Niatnya ingin menjebloskan tiga wartawan yang menurutnya membikin keresahan dikalangan pendidikan karna selalu membongkar kebogbrokan oknum kepala sekolah dalam penggunaan anggaran bantuan oprasional (BOS), namu gara gara salah dengar bisa berbalik dirinya masuk jeruji besi.
Berawal dari tiga wartawan Media Online tabloid mitrapol DEDE, HARIS dan RUDI media lintas inndonesia berkunjung kesekolah sdn 1 ender untuk melakukan fungsinya semagai kontrol sosial.
pihaknya bertemu dengan kepala sekola TOHIF, tiga wartawan tersebut menyamaikan tujuannya dari tabloid mitrapol ingin konfirmasi penggunaan dana BOS, tohif selaku kepsek silahkan isi buku tamu dulu namun saya ada rapat di UPT, DEDE menjawab ” silahkan pak kalau mau rapat tidak akan menghalangi tapi dari pihak awak media meminta konfirmasi dengan bendahara sekolah”,
Namun tutur bendahara sekolah tidak bisa mau ngajar murid di kelas. akhirnya awak media Pamit dan akan kembali lagi untuk konfirmasi. Jelas tiga wartawan kepada indoshinju. Com.
Dede menambahkan, setelah keluar dari gerbang sekolah pihaknya dihadang oleh tiga mobil, dua orang keluar dari mobil menyuruh kita berhenti, jelas kami kaget dan heran ternyata itu polisi dari polsek pangenan, kanit menerangkan ada aduan dari tohif kepala sekolah ender Melalui telpon, menurut keterangan tohif anda bertiga mengaku ngaku dari badan interpol lebih jelasnya dikantor saja.
Setelahnya dipolsek pangenan tiga wartawan tersebut menjelaskan kami bertiga tidak pernah mengaku dari badan interpol kami mengaku kepada pihak sekolah dari tabloid mitrapol, mungkin kepseknya salah dengar untuk pembuktianya silahkan lihat di buku tamu sekolah yang sudah kami isi.
Lalu pihak polsek memanggil kepsek tersebut dan mengkroscek kebenaran isi buku tamu yang tertulis sesuai fakta yang ada, DEDE dari indoshinju.Com / tabloid mitrapol, haries dari tabloid mitrapol, rudi dari media lintas indonesia.
Akhirnya kepsek mengakui mungkin dirinya salah dengar dan meminta maaf kepada tiga awak media tersebut dan kepada kepolisian polsek pangenan dirinya mengakui kesalahannya dan meminta agar permasalahan tersebut jangan di tindak lanjuti kemeja hijau.
dalam bertemuan di polsek pangenan. hadir ketua PGRI kecamatan pangenan, pihaknya meminta kebada tiga awak media agar mermasalah ini jangan samai meluas kemeja hijau, secara kelembagaan pihaknya meminta maap atas kesalahan kepala sekolah ender tohif.
Menurut dede itu semua kepsek sudah merugikan kami bertiga, kerugian yang dialami dalam bentuk nama baik jadi kami bisa mengajukan kepsek sdn 1 ender dengan pencemaran nama baik.
Coba saja bayangkan kami digiring di depan warga oleh polisi gara gara kepsek salah dengar, sedangkan kami bertiga tidak melakukan kesalahan, jelas nama baik kami sudah tercemar dan sangat dirugikan.
Namun kami sepakat kesalahan tohif selaku kepsek kami maapkan dan di selesaikan secara kekelurgaan demi menjalinnya sebuah kemitran dan hubungan yang baik, pungas dede, haries, rudi. (RED)


