FGD, Di Toyo Aji Desa Wedi : “Pemerintah Harap Berikan Kesempatan Kerja Pada Para Disabilitas”

BOJONEGORO _ INDOSHINJU.COM – Pada 11/12/3019, FGD (Focus group discussion) ke dua membahas tentang disabilitas. Bertempat di Toyo Aji Desa Wedi kecamatan Kapas kab.Bojonegoro, Dalam  hal ini di sampaikan oleh H.Suyuti selaku perwakilan dari anggota DPRD Kab.Bojonegoro membuka acara tersebut mengatakan, “Kita sebagai manusia tidak boleh membeda- bedakan. Sehingga pemerintah jangan sampai ada sekat antara manusia atau lebih mengarah pilih – pilih.Kalau ada yang mau mengajukan bantuan ke pemerintah, pihak SLB ( sekolah luar biasa) jangan lembaganya yang mengajukan ke pemkab. melainkan yayasannya yang harus mengajukan. Hal ini sesuai aturan yang berlaku.” tegas Suyuti lagi kepada para hadirin acara FGD yang di laksanakan area toyo aji desa wedi kecamatan kapas.

Selanjutnya acara di lanjutkan dengan moderator dari perwakilan UNIGORO. Taufik yang menjadi perwakilan unigoro memberi pembekalan kepada peserta. dalam pembekalan lebih mengarah kepada Disabilitas. di mana disabilitas bisa dianggap forum atau komisi.
Sehingga disabilitas masih ada kesempatan usaha maupun bekerja.

Untuk hal ini, di mohon ada harapan dari pemerintah untuk memberikan kesempatan bekerja kepada disabilitas. Sehingga Disabilitas tidak tersingkirkan serta mendapat kesempatan yang sama dengan yang lainnya. Dalam hal ini agar perda yang membahas tentang disabilitas untuk mendapatkan hak – haknya yang sama.

Masalah prestasi, Disabilitas juga harus diperhatikan, mungkin ada seorang yang memang punya bakat keolahragaan, sehingga walau mereka Disabilitas dapat juga meraih juara sesuai bakatnya di bidang olah raga, Dan atau memang ada yang bakat di seni, mereka juga punya kesempatan untuk terjun dunia seni yang sesuai dengan bakatnya di bidang seni.

Dalam hal ini di harap ada perda atau perbup sehingga Disabilitas merasa di perhatikan. khususnya di desa juga harus memperhatikan tentang disabilitas, Sehingga pemkab sangat mudah dalam pendataan disabilitas.

Harapannya Disabilitas bisa masuk menjadi forum, karena forum wadah untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk bisa mengontrol atau mengawasi Disabilitas, Dan disabilitas untuk sementara masih dikatakan forum,  kalau bisa ke depan wadah disabilitas menjadi komisi. sehingga pemerintah ada perhatian khusus.

Di Bojonegoro Disabilitas ada sekitar 3314 orang, yang terdiri dari tuna netra 556 orang, Tuna wicara sebanyak 381 orang dan selebihnya adalah cacat mental. Sementara dari pihak Dinsos berharap semua bisa ikut pelatihan di tempat pelatihan Bina loka yang ada di desa Ngumpak Dalam kecamatan dander.(ISC.EH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *