Karawang,jabar Indoshinju.com
Rabu,21/10/2020 Pemerintah pusat telah menggelontorkan bantuan berupa sarana pra sarna pembangunan di bidang pendidikan di mana bentuk bantuan tersebut untuk meningkatkan kemajuan di bidang pendidikan.
Mulai dari tingkat terendah sampai tingkat teratas,pemerintah melalui bantuan DAK ( Dana Alokasi Khusus ) telah di realisasi ke masing-masing wilayah.
Bentuk bantuan yang di terima oleh masing sekolah,seperti pembangunan gedung sekolah,dan rehabilitasi di mana pelaksanaan nya ada yang di kerjakan secara swakelola dan ada juga yang di kerjakan oleh rekanan ( pemborong ),untuk itu demi menjaga kebocoran anggaran yang di duga di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pemerintah yang berperan dalam monitoring kegiatan tersebut harus benar-benar ketat dalam pengawasan.
Seperti hal nya pembangunan Rehabilitasi SMPN SATU ATAP I TIRTAJAYA yang berada di dusun Ciguha desa Medankarya Kecamatan Tirtajaya kabupaten Karawang,diduga proyek pembangunan rehabilitasi tidak sesuai RAB.
Seperti hasil pantauan awak media dengan tanpa di pasangkan nya papan proyek pekerjaan,hal ini menjadi pertanyaan besar untuk publik.
Seperti apa yang di katakan salah satu pekerja AUNG mengatakan,”Sebenar nya papan proyek ada pak,cuma di simpan dimana kami tidak tahu,dan untuk rehab tiga ruang kelas ini anggaran berapa nilai nya saya tidak tahu pak,kaitan pemasangan baja ringan itu dari orang luar,dan untuk pemasangan cor slup bagian atas cuma dua ruang kelas,sedangkan untuk satu ruang kelas lagi menggunakan cor slup atas menggunakan yang lama,”katanya.
Masih AUNG,untuk pengecatan dari tiga ruang kelas ini,masing masing ruang kelas menghabiskan 3 ( wadah ember ),dengan isi berat 25 kg.dan kaitan harga persatu wadah nya saya tidak tahu pak,dan untuk jenis atap flapon atau kwalitas keramik lantai saya tidak tahu pak untuk lebih jelas nya nanti tanyakan saja langsung pada kepala sekolah pak,ucap nya.
Sampai berita ini terbit kepala sekolah SMPN SATU ATAP I TIRTAJAYA sulit untuk di komunikasikan dan di temui,dan seolah-olah menghindar.Baik di kantor sekolah maupun di rumah kediaman nya,tidak menutup kemungkinan proyek pembangunan rehabilitasi terkesan ada yang di tutupi,dan dugaan sementara sarat dengan penyimpangan.
Di mohon pada dinas instansi terkait agar segera mengkroscek terhadap apa yang di informasikan awak media,karena ini Anggaran pemerintah dari Rakyat untuk Rakyat.(ISC/Red).

