Diduga Pernah Nistakan Nabi Muhammad SAW, PCNU Karawang Tolak Kehadiran Ustadz Evie Effendi Di Masjid Agung

Karawang,jabar Indoshinju.com

Minggu,15/3/2020 Acara Majelis Ta’lim Masjid Agung Karawang dalam rangka memperingati Isra Mi’raj dan menyambut Bulan Ramadhan 1441 H yang akan di laksanakan pada hari Minggu, 19 April 2020 mendatang mendapat banyak respon dan penolakan dari warga masyarakat Karawang. Pasalnya, acara tersebut akan di isi oleh penceramah Ustadz Evie Effendi dari Bandung.

Dasar penolakan tersebut bukan tanpa alasan. Masyarakat menganggap Ustadz yang menyematkan dirinya sebagai Ustadz Gaul itu di duga kuat pernah menistakan Nabi Muhammad SAW dalam ceramahnya beberapa Tahun lalu. Ia pernah mengungkapkan, bahwa memperingati Maulid Nabi adalah kesesatan dan Nabi Muhammad SAW juga pernah sesat.

Sehingga atas dasar itu lah banyak pihak yang menolak kehadirannya untuk mengisi acara di Masjid Agung Karawang.

Seperti yang di ungkapkan oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby atau yang akrab di sapa kang Uyan. Dirinya secara pribadi mau pun secara kelembagaan PCNU Karawang menolak keras seorang mubaligh yang pernah menistakan Rasululllah SAW.

Selain itu, kang Uyan menambahkan. “Seorang mubaligh apa lagi sudah menyematkan dirinya dengan gelar Ustadz, maka harus jelas sanad keilmuannya. Dia pernah belajar dari alim ulama mana, lembaga pendidikan Islam mana atau pondok pesantren mana?”,

“Ceramahnya yang ngelantur beberapa Tahun lalu, itu di akibatkan oleh ketidak jelasan sanad ilmu yang EE miliki. Dia hanya menyatut salah satu ayat dengan menafsirkannya sendiri. Jadi yang sesat itu dia, menafsirkan ayat sakarep dewek. Bukan umat yang gemar merayakan Maulid Nabi yang sesat.”, Jelas Uyan.

“Jadi, dengan ini saya secara pribadi dan kelembagaan PCNU Karawang. Menolak keras kehadiran EE untuk mengisi acara di Masjid Agung Karawang. Jangan kotori kesucian Masjid tertua di pulau Jawa ini, yang notabene di dirikan dan di bangun oleh Dzurriyah Nabi pada abad ke 14.”, Tegasnya.

“Saya juga meminta dengan sangat kepada Ketua dan jajaran pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung, untuk segera meminta kepada pihak penyelenggara acara agar segera mengganti mubaligh.”, Pintanya.

“Ini bukan masalah sentimen atau faktor ketidak sukaan kami secara subjektif, dan bukan kami belum serta tidak memaafkan EE atas perbuatannya.”, Katanya.

“Tapi untuk perbuatan EE sudah sangat menyakiti umat. Allah SWT saja sangat memuliakan Rasulullah SAW, bahkan kita semua di perintahkan oleh Allah SWT harus menggunakan adab dalam menyebut Rasulullah SAW, tidak boleh langsung menyebut nama.”, Sesalnya.

Di tempat terpisah, pengurus PCNU Karawang, Andri Kurniawan yang terlihat aktif ikut menyuarakan penolakan kehadiran EE di acara Masjdi Agung Karawang pada saat di minta statementnya mengatakan. “Saya sepakat dengan Ketua Tanfidziyah PCNU Karawang. Sebaiknya jajaran pengurus DKM untuk segera menegur pelaksana acara, agar mengganti penceramah.”,

“Dan ketika masalah ini viral di Sosial Media (Sosmed), saya sudah meminta seseorang untuk melakukan tabayun atau konfirmasi kepada Ketua DKM. Tapi anehnya, Ketua DKM sendiri malah balik tanya. Penyelenggaranya siapa?”, Ungkapnya.

“Kalau memang benar setingkat Ketua DKM saja tidak mengetahuinya? Berarti benar, jangankan untuk meminta izin dan mendapat izin, konfirmasi pemberitahuan saja sepertinya belum?”, Katanya.

“Saran saya untuk Ketua dan jajaran pengurus DKM, agar segera tegur penyelenggara. Khawatir menjadi fitnah bagi Ketua dan jajaran pengurus DKM.”, Pungkasnya.(Pri ISC).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *