Diduga Penjualan Aset Bangunan Sekolah SMPN I Cibuaya Jadi Ajang Bacakan

Karawang,jabar _ Indoshinju.com Kamis,01/09/2022 Sebelumnya ramai di beritakan, Perihal pembongkaran dan penghapusan aset sekolah SMPN l Cibuaya, yang di duga belum di lengkapi izin penghapusan aset,hal ini jadi bahan pertanyaan publik.

Pemerintah telah menggelontor bantuan untuk sarana dan prasarana pembangunan gedung sekolah,dari mulai tingkat Sekolah Dasar ( SD ),Sekolah Menengah Pertama ( SMP ),Sekolah Menengah Atas ( SMA ).

Dalam hal ini,SMPN I Cibuaya mendapatkan bantuan Rehabilitasi untuk 5 ruang kelas,bantuan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ),tahun 2022.

Dengan nilai Rp.682.250.000,( Enam Ratus Delapan Puluh Dua Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah ),sebagai pelaksana di swakelola kan.

Dari hasil Pantauan awak media Indoshinju di lapangan, di temukannya aset bangunan sekolah bekas pembongkaran yang di duga sudah di lelang atau di jual pihak sekolah, padahal pelaksanaan rehabilitasi baru saja di mulai.

Menurut keterangan kepala sekolah, Ahmad S, ketika di mintai keterangannya di ruang kerja prihal aset bekas bangunan sekolah yang sudah di lelang mengatakan,” Benar pak,aset bekas bangunan sekolah sudah saya jual,sama orang Jayakerta,dan itu pun pakai calo pak,saya tawarkan 10 juta pak,tapi di beli nya cuma 8 juta,”ujarnya.

Masih kepsek,dari nilai yang 8 juta itu,yang 1 juta buat calo, atau perantara,1 juta lagi masih ada,dan yang 6 juta saya berikan ke seseorang, untuk rekan- rekan katanya. Sudahlah pak jangan di permasalahkan lagi”. Cetus nya.

Di tempat terpisah KD, melalui aplikasi WhatsApp,ketika di mintai keterangan prihal aset bekas bangunan sekolah mengatakan,” Maaf pak,kami tidak tahu prihal aset bangunan tersebut,berapa nilai aset yang di lelang atau di jual, kami bener tidak tahu,dan memang sampai saat ini saya sebagai komite tidak tahu, berapa nilainya, dan di gunakan untuk apa kami tidak tahu,”ucap nya.

Di mohon kepada Dinas instansi terkait,agar segera turun ke lapangan, dan lakukan kroscek langsung, di khawatirkan dugaan terjadi penyalahgunaan anggaran, yang di duga penjualan aset bangunan pun di jadikan ajang bacakan.(Otong).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *