Bojonegoro Indoshinju.com –
Rabu 24/10/’17 Demo GMNI didepan pintu gerbang DPRD Bojonegoro sekitar kurang lebih lima puluh mahasiswa menyampaikan untuk pendaftaran perangkat desa diharapkan untuk ditunda ,karena dianggap tidak transparan.
Beberapa kali mahasiswa meminta ketemu dengan pimpinan DPRD tetapi ketua tidak ada ditempat
Sempat bersiteru dengan petugas mahasiswa ingin ketemu dengan pimpinan DPR namun tidak bisa ketemu dan anggota polisi memberikan kesempatan kepada anggota dpr dari komisi A H.Ali mustofa tetapi mahasiswa menolak tetap ingin bertemu dengan pimpinan ,
Waktu berjalan mahasiswa lalu di beri kesempatan perwakilan untuk masuk ke ruang DPR dan ternyata mahasiswa menyadari bahwa ketua dpr tidak ada di tempat
Setelah mahasiswa demo didepan kantor DPRD Bojonegro tidak bisa ketemu dengan Bu ketua maka barisan pendemo bubar dengan kecewa.
Di tempat yang lain awak media menanyakan kepada anggota dprd komisi A Ali Mustofa
“kenapa tidak dihadapai pendemo mahasiswa “Ali mengatakan mereka tidak mau alasannya ingin ketemu dengan ketua
Dan saya pribadi siap menghadapi dan juga menerangkan karena saya bagian wakil mereka dan saya di pilih rakyat
“bagaimana menurut pak Ali pendemo meminta ditunda untuk daftar ulang seluruh pengisi perangkat atau dibubarkan karena itu akal – akalan
“saya tidak mengatakan setuju tapi itu juga bisa di tunda tetapi ini kan waktu sudah mepet kalau dibubarkan saya rasa ya sulit.
“terkait tim yang ada itu bagaimana kok bisa mencuat nama oknum dpr ikut campur di dalamnya
” saya kan sudah mengatakan tadi tim itu sudah ada dari excutif mestinya legeslatif tidak perlu ada
Kan sudah jelas anggota DPR sesuai poksi kan sebagai pengawas atau monitoring
Ya biarkan saja yang penting saya tidak ada dalam tim itu,
Tetapi saya sebagai wakil rakyat tadi saya ingin sekali menyampaikan kepada pendemo sesuai kapasitas saya sebagi wakil rakyat (CAK MAD)


