Jakarta (indoshinju.com) – Bupati Bojonegoro Kang Yoto kembali menjadi salah satu pembicara dalam event yang digelar oleh Infid , ford foundation Acara yang berlangsung selama dua hari yakni tanggal 14 dan 15 Nopember di hotel ambhara Jakarta Selatan.
Dalam event bertaraf nasional ini Kang Yoto dipercaya untuk menjadi salah satu narasumber pada acara pertemuan nasional masyarakat sipil untuk SDGs.
Tema acara ini adalah “indonesia yg maju, adil dan setara : peran perempuan dalam pelaksanaan dan pencapaian SDGs”. kangg yoto menjelaskan tentang bagaimana kiprah Kabupaten Bojonegoro memberdayakan perempuan.
Yakni kader Tim Penggerak PKK sebagai salah satu ujung tombak dalam penggalian data . Sehingga tersedia data yang sedemikian kompleks mulai data individu dan data dalam keluarga.
Kang Yoto mengakui bahwa kiprah perempuan Bojonegoro ini sangatlah luar biasa. Dengan data yang mereka dapatkan menjadi salah satu sumber referensi pada perencanaan dan program pembangunan yang dilakukan oleh Kabupaten Bojonegoro.
Memandang sedemikian pentingnya sosok perempuan bojonegoro yang selalu diberikan priorotas dalam setiap perencanaan pembangunan daerah.
Oleh karena itu Pemerintah menyadari betul maka pemerintah memberikan kesempatan kepada perempuan secara khusus dan masyarakat secara umum untuk terlibat dalam segala sektor mulai sektor industri, berpemerintah, berpendidikan dan sektor lainnya.
Hal lain adalah dimana pemerintah tetap memberikan kesempatan dan memprioritaskan siswa yang telah mengalami “kecelakaan asmara” yakni pelajar yang akhirnya harus menikah karena sesuatu hal.
Pemerintah tetap memberikan kesempatan mereka untuk mengikuti ujian sekolah. Menurut Kang Yoto ditengah kecelakaan yang menimpa mereka, tak adil jika kita memperparah dengan memutuskan kesempatan mengeyam pendidikan.
Jadi pemerintah memberikan kesempatan mereka untuk mengikuti ujian akhir sekolah melalui jalur pendidikan formal dan informal.
Sisi lainnya, lanjut Bupati adalah memajukan kesejahteraan perempuan dengan memaksimalkan pkk melalui pendataan berbasis IT atau (digitalisasi data).
Pada Pertemuan yang juga dihadiri oleh ibu khairani (flower aceh), ibu larry (piar kupang) dan ibu lusia (bakti makassar) sebagau narasumber dalam event ini .
Kang yoto menutup dengan sebuah statemen “jangan pernah melupakan peran ibu bupati di tiap daerah”, karena darinya peran pkk bisa terdongkrak dan bermanfaat bagi pembangunan daerah. Inilah karya nyata yang dilakukan oleh Ibu Ibu Tim Penggerak PKK untuk berpartisipasi dalam pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.(Shinju/Red)


