Baru 4 Hari Dikerjakan, Peningkatan Jalan Nambo Desa Mekarasih Kecamatan Banyusari Pada Pecah Rambut

Karawang,jabar Indoshinju.com Jumat,14/10/2022 Peningkatan jalan dusun Nambo RT.04/08 yang baru 4 (Empat) hari selesai dikerjakan di Desa Mekarasih Kecamatan Banyusari,kabupaten Karawang, provinsi Jawa barat kini sudah pecah rambut. Warga setempat pun protes keras.

Berdasar pantauan di lapangan, Selasa 11/10/2022 ,keretakan memang terjadi pada proyek bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Karawang tahun 2022 itu. Bahkan ada bagian jalan yang corannya sudah retak rambut saat pelaksanaan dan terlihat polesan semen tipis untuk menutupi retakan tersebut.

Kekecewaan warga semakin menjadi lantaran keinginan untuk memiliki jalan yang representatif untuk menghubungkan Desa Mekarasih  dengan Desa Gempol Kecamatan Banyusari itu, tak sesuai harapan.

Berdasarkan data dari papan informasi di lokasi pekerjaan, jalan yang memang dibangun atas usulan warga setempat itu menelan anggaran sebesar Rp 188.987.000,.
Panjang : 93 M’, lebar : 4,00 M’
Panjang : 58,50 M’, tinggi : 1,00 M’ dan dilaksanakan oleh CV.CIPAGA LESTARI,dengan waktu pelaksanaan 45 hari kalender.

AS (Inisal)salah satu masyarakat Desa Mekarasih , mengaku sangat menyayangkan kondisi jalan yang tidak dikerjakan dengan baik dan benar. Padahal, menurutnya anggaran tersebut lumayan besar.

“Coba lihat sendiri, pengerjaan jalan ini baru selesai sekitar 4 hari lalu, tapi ada ruas jalan sudah retak rambut.Padahal, kami sudah melarang mobil tonase besar untuk melintas. Tetapi tetap saja jalannya retak,” keluhnya, didampingi sejumlah masyarakat setempat.

Untuk itu, mereka berharap pihak terkait dan Pemerintah Kabupaten Karawang bisa bertindak tegas dalam mengawasi proses pembangunan tersebut. “Kami minta agar Pemkab Karawang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bisa mengecek langsung pekerjaan ini,” pintanya.

Senada dilontarkan Faisal, SH pemerhati pembangunan , yang mengaku kecewa karena pihak pemborong seolah hanya ingin mencari untung besar tanpa memikirkan pengerjaan jalan yang baik dan benar.

Faisal dengan tegas mengatakan, warga setempat tidak minta yang muluk-muluk, hanya ingin pengerjaan jalan itu dilakukan dengan baik sesuai harapan dan usulan warga setempat.

“Kami tidak muluk-muluk, asal pengerjaan jalan itu bagus masyarakat tidak mengeluh lagi, kan pastinya akan jadi awet dan tahan lama. Ini bisa menjadi peninggalan anak cucu kami,” kata Faisal.

Sampai berita ini naik dimeja Redaksi,pihak kontraktor dan pengawas Dinas Pupr belum bisa di konfirmasi,dan akan tayang kembali di segmen selanjutnya.(Sep/Her).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *