BIMA NTB (indodhinju.com) – Banjir Bandang di wilaya Kecamatan Sape,Jumat Siang ini, menggerus habis persawahan yang telah di Tanami Bawang merah dan Pertanian lainnya, yang baru saja ditanam diterjang banjir.
Hanya karena Hujan beberapa jam diwil Wawo dan Sape Sari, air meluap cukup deras menerjang lahan-lahan pertanian warga.
Tahun ini menjadi tahun yang paling Pelik dan berat bagi Warga Bima pada umumnya.
Yang paling dirasakan adalah soal Ekonomi sebagai Dampak akibat Banjir.
Ekonomi warga Kota Bima belum sepenuhnya pulih, pasca banjir bandang , yang menggenangi sebagian besar wilayah perkotaan dan Desa kecamatan di kabupaten Bima.
Akibat banjir bandang ini masyarakat kota Bima ,khususnya wilayah dengan aliran sungai terkena banjir tentu saja sudah di pastikan Gagal Panen.
Perkembangan Perekonomian warga semakin sulit akibat gagal panen, karena modal kerja, serta biaya pembibitan ,pemupukan tentu saja besar nominalnya.
Belum lagi di tambah dengan pebgeluaran Rutin seperti pembayaran Lesing Debitor kredit motor/mobil sudah berdiri depan rumah untuk menagih.
kondisi cuaca yang tidak stabil menambah traumatik warga.
Dan sebentar lagi dihadapkan oleh Bulan Ramadhan yang tentu saja harga sembako yang dibutuhkan masyarakat meningkat.
#Kembali Pada Diri, bergegas untuk kembali mengintropeksi kehidupan beragama, kehidupan sosial dan ekonomi kita masing mading Siapa yg mau dipersalahkan jika musibah silih berganti menyapa, melainkan menengadahkan tangan MEMOHON PENGAMPUNAN DAN KESELAMATAN.
Semoga kita semua diberi Hidayah dan Rahmat untuk beribadah khusu’ kepada NYA. (Red)
Sumber foto: #Para_Nitizen


