AGROWISATA GLAGAHSARI JADI TEMPAT SAFARI RAMADHAN BUPATI TUBAN

Tuban -indoshinju.com –Bupati Tuban, H Fathul Huda, bersama Forum Kordinasi Pimpinan Daerah ( Forpimda ) mengunjungi Lapangan Agrowisata Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Tuban, Kamis ( 24/05/2018 ) sore.

Turut pula mendampingi orang nomor satu di jajaran Pemkab Tuban dalam agenda Safari Ramadhan dan Tilik Desa tersebut, Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN ) setempat. Mereka sempat melakukan panen Belimbing di Desa sentra buah tersebut.

Di hadapan warga  Bupati Fathul Huda menyatakan, potensi produk unggul dan wisata di tiap – tiap desa harus di optimalkan. Dia contohkan Desa Glagahsari.

“Warga Glagahsari mampu menciptakan kondisi Desa yang asri, tidak ada sejengkal tanahpun yang tidak di tanami,” ungkap Pak Huda, begitu warga Tuban akrab menyapanya.

Dia instruksikan,  agar  pihak Pemerintah  Kecamatan kordinasi dengan OPD penyediaan bibit, dan sarana penunjang lain. Hal itu untuk pengembangan menjadi Desa agrowisata.

Bibit tanaman perlu di sesuaikan dengan jenis tanah di setiap daerah,  sehingga hasil yang di dapat bisa optimal.

Pada bagian lain, mantan Ketua Dewan Tanfidziyah PCNU Tuban ini menyatakan, terkait  Dana Desa ( DD ), Alokasi Dana Desa ( ADD ), hibah, belanja langsung, dan anggaran lainnya, percepatan pencairannya berjalan baik. Dana tersebut cair sesuai target.

” Tanpa ada kedisiplinan Kades, semua tidak akan terwujud,” tutur politisi yang lebih akrap disapa kiai tersebut.

Tokoh yang menjabat struktur di PWNU Jawa Timur ini menambahkan, pihaknya  mengapresiasi kekompakkan Kades yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat. Adanya peningkatan tersebut, di harapkan dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, juga dapat mengurangi angka kemiskinan secara sistematis. Pengentasan kemiskinan juga di lakukan dengan menggunakan anggaran Pemkab, APBD, DD, dan Baznas secara optimal dan transparan.

Sebagai contoh, di bangunnya toko yang di kelola oleh warga miskin agar bisa berkembang. Selain itu, kerja sama dengan pabrik – pabrik yang beroperasi di Kabupaten Tuban agar di tingkatkan.

Pemkab juga memberikan KISDA kepada masyarakat miskin yang belum memiliki jaminan kesehatan. Adapun biaya yang di keluarkan untuk angsuran satu tahun ditanggung oleh Baznas.

Program lain yang telah berjalan adalah  bantuan hibah Tempat Pendidikan Alquran (TPQ). Dia berharap pada tahun 2021 dapat di dirikan 1.000 TPQ di Bumi Wali.

Dia asumsikan, masing – masing TPQ memiliki 50 siswa maka akan tercetak 50 ribu santri. Hal ini sebagai upaya untuk mewujudkan Kabupaten Tuban yang lebih religius.

Bupati dua periode ini menambahkan,  Pemkab hendaknya menjadi pelayan masyarakat yang terbaik. Salah satu indikator pelayanan masyarakat adalah Indeks Kepuasan Masyarakat ( IKM ) yang mana Pemkab Tuban meraih predikat baik.

” Kita tidak boleh puas dengan hanya baik, tetapi harus sangat baik,”  tegas pengusaha bidang pertambangan tersebut.

Oleh karena itu, Bupati Huda menginstruksikan,  semua OPD dan Camat agar mempunyai terobosan atau inovasi. Pada kesempatan itu di sampaikan bantuan bibit Jeruk Keprok kepada warga.

Sementara itu, Camat Soko, Suwito, menyatakan, mayoritas penduduk wilayah kerjanya berprofesi sebagai petani kebun Belimbing dan Jambu. Luas lahan garapannya  mencapai 54,8 hektar.

Setiap tahunnya dapat di panen sebanyak 100 ton buah Belimbing, dan 80 ton Jambu Biji. Sebaran pasarnya ke wilayah Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan Kota Surabaya.

Melihat potensi tersebut, pihaknya bersama tim Pokja Kembangsoko Bumi Wali, telah melakukan pendampingan dan  pemberdayaan BUMDes. Organ ini mengelola beberapa potensi wisata di Kecamatan Soko.

Pertama, di Glagahsari dengan objek wisata negeri atas air di proyeksikan menjadi Aesa Agrowisata. Camat berharap ada program pendampingan, dan bantuan sarana prasarana dari OPD terkait, agar Glagahsari bisa di jadikan desa wisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa.

Kedua, potensi wisata berupa Waduk Sendanggede Sumedang Kawis, dan Bumi Perkemahan di Desa Jegulo. Ketiga, di Desa Gununganyar terdapat potensi wisata alam, dan air Waduk Ngerong.

Keempat, di Desa Klumpit juga berpotensi untuk di kembangkan wisata alam, dan bumi perkemahan Sendanggede Bentaor.

Mantan Camat Grabagan ini menambahkan, wilayahnya  mendapatkan nilai IKM 78,29, dan menduduki peringkat kedua IKM Kecamatan se Kabupaten Tuban.

Pada Safari Ramadhan hari ketiga tersebut, di berikan berbagai bantuan dan penghargaan seperti bantuan tempat ibadah, ponpes, dan Hibah TPQ, penyerahan intensif pada guru TPQ, penghargaan KB lestari 10 dan 15 Tahun, bantuan anak dan Ibu Hamil kurang gizi, KISDA, bantuan alat perikanan, bantuan ternak, bantuan alat dan mesin pertanian. ( AGUS ).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *