Gas H2s Kembali Menyembur Warga Sekitar Lokasi Tergusur

Penulis: Imam S

BOJONEGORO (indoshinju.com) – Siang itu cuaca cerah, gemuruh terdengar suara lantang keras, PC PMII Bojonegoro  menggelar aksi Demo Kamis 22/12   teriakkan orasi akibat bocornya gas ,menimpa korban warga sekitar Mojodelik Kecamatan Gayam Bojonegoro.

Dalam masa
tahapan produksi H2s bisa tetap realease di dalam setiap saat, dalam hal ini Penulis, sependapat dengan peserta Aksi Demo

Dimana para pendemo dari pihak PC PMII Kabupaten Bojonegoro, yang menganggap permasalahan tersebut adalah murni sebuah kelalaian dari perusahaan,

Di harapkan sebelum  melaksanakan sebuah pekerjaan di wilayah lapangan minyak,

Tentunya Lebih baik di adakan kegiatan free JOB MEETING, juga sebelum pekerjaan di lakukan agenda JSA (Job Safety Analisist).

Sedangkan JSA merupakan upaya yang dilakukan oleh Pihak management (Safety Departement), adapun  kegiatan yang lainnya adalah dengan membuat permit, penyiapan SOP (Standar operasional prosedur) dalam melakukan pekerjaan,

Dari Hasil Tinjauan  Dan informasi  dari  terbitan Media Masa,  terkait adanya peristiwa yang menggemparkan warga sekitar lokasi lapangan migas. Dimana informasi ini cukup menarik perhatian publik,

Menurut pengamatan penulis semestinya , Ketika ada mara bahaya, apa yang meski harus dilakukan oleh management  Oficer MCL.  EXXON MOBILE,  yang perlu di pantau d antaranya zona meliputi =

Bila akan mendekati / memasuki tempat kerja harus dilakukan beberapa tindakan agar dapat masuk dengan selamat :  aman tanpa adanya mara bahaya.
Bisa Periksa tanda-tanda peringatan dan tanda bahaya audio maupun visual.
Perhatikan pekerja lain serta aktivitasnya.
Masuk  ketempat kerja secara hati-hati, Minimal ditentukan 2 pintu keluar untuk menyelamatkan diri (emergency exit).
Memeriksa kondisi udara secara terus menerus atau menggunakan alat-alat deteksi selain sistim peringatan audio / visual yang ada. Alat deteksi portable dan pengukuran gas secara pembakaran (combustable gas meter) memberikan tingkat keselamatan tinggi.
Bahaya kebakaran gas harus dikurangi dan tanda larangan merokok harus betul-betul ditaati.
Menggunakan ventilator yang kedap gas akan mengurangi resiko pencemaran karena H2S.

Pelatihan terhadap bahaya H2S serta penekanan latihan dilapangan adalah suatu keharusan,

Pengalaman dalam latihan RESCUE akan membuat kesempurnaan untuk personal atau pun team Rescue PKDB (Penanggulangan Darurat Keadaaan Bencana), Action Program.

Pengawasan terhadap arah angin secara terus menerus dengan menggunakan indikator angin dan
wind sock adalah sangat perlu, Bila udara tercemar oleh gas beracun H2S berpindahlah
bertolakbelakang dari arah angin bertiup dengan cara melihat pergerakan wind sock.
diataranya beberapa sifat dH2S lebih berat dari udara, maka dari itu hindari berada dibagian

bawah:
Penggunaan alat perlindungan pernafasan sangat diperlukan mengingat kehadiran gas beracun
H2S pada umumnya sangat mendadak dengan konsentrasi yang cepat berubah dari tingkat
rendah ke tingkat yang sangat membahayakan. Begitu kehadiran gas H2S terdeteksi di udara,

maka tindakan pertama yang harus dilakukan adalah melindungi diri sendiri terhadap bahaya dan
menghirup gas beracun H2S tersebut.penyiapan SCBA (self  contained breating aparatus) sedangkan SCBA  senndiri terbatas waktu pemakaiannya.

DENGAN MEMBERIKAN PAPAN PERINGATAN MENGENAI PENJELASAN BAHAYANYA

GAS H2S.untuk meminimalisir incident.

Pasang tanda emergency pada tempat yang jelas dan tingkatkan sistem komunikasi

Tempatkan pos gawat darurat minimal 200 ft dari sumber H2S atau di daerah yang aman

 

ZONA ZONA YANG MEMUNGKINKAN RELEASE UNTUK DI PANTAU
Untuk pendeteksi gas di lapangan detektor bisa di taruh di tempat mana saja, terutama itu daerah tempat
rawan zona yang memungkinkan h2s itu release, saat masa tahapan  produksi terpasang sensor  gas

Detektor pemasangan gas di antara lain meliputi:

seputaran Well head = Ada pun pemasangan terdapat diseputaran box cellar
seputaran choke manifod = Di waktu proses drilling,ada celah antar valve dan flow tube yang rentan
terjadinya tempat gas flow bocor.

Valve = Adapun sifat H2S yang bisa menimbulkan korosi membuat joint / sambungan antara

tubing dan valve melemah sehingga gas H2S memungkinkan bisa lewat / bocor

Akan tetapi dari berkurangnya tekanan di flowline, aliran fluida bisa di tutup ataupun secara otomatis.

di Separator Produksi = Pemasangan Sensor di Area Separator adalah sangat penting, karena
proses pemisahan komponen  Fluida menjadi Minyak, Air, Gas dan Condensat disinilah terjadi pemisahan Pasir, Air,Minyak dan gas

 

Adapu penempatan biasa di dekat Box Barton Chart Recorder dimana aliran Gas tercatat di sini.

Terkecuali pada saat ada pekerjaan masa tahapan saat rig up , atau pekerjaan driliing zona yang
dapat di pantau,dan memungkinkan adanya gas h2s realease di antaranya seputaran SHALE SHAKER ,
dari penyaringan antara lumpur yang bercampur komponen sand,air, yang terbawa melalui serpihan
serpihan cutting memungkin kan terjadinya gelembung gelembung gas h2s ikut terbawa,

Di nilai ambang batas 15 ppm nilai ambang batas maximum , sedangkan ketika berkisar 100
PPM (Part permilion), mengakibatkan batuk batuk ,mata iritasi, dan indera penciuman bisa rusak hingga 2-15 menit

bisa bertahan, tentunya semua personel harus  meninggalkan pekerjaan saat itu,  dan mengumpulkan

pekerja, absensi Pekerja di personel on board, dengan melihat arah angin bertiup dengan melihat tanda
windshok,

Begitu pula menggunakan tanda alarm berbunyi, sedangkan di nilai ambang batas dan
ketika releasnya gas H2s kemarin di lapangan MCL sesuai amatan penulis,

Bahwa ada korban hingga pingsan , di bawa kerumah sakit, kategori incident  fatality, berarti melebihi NAB (nilai ambang batas ) Maximum yang di tentukan, di 27 PPM  menyebabkan bau tidak enak batuk batu, iritasi mata, indra penciuman rusak setelah 15 menit dari kejadian.

Sedangkan ketika berkisar di 700 – 10000  ppm gas h2s,  bisa memicu
korban berlanjut, dapat pula berujung pada hilang kesadaran dan dapat berujung sebuah kematian,
penerapan PEME (Personal Equipment Material Enviroment ) di lingkungan tempat kerja yang harus di jaga demi meminilalisir incident, demi mempertahankan daily Report.

Daily report menjadi acuan reputasi sebuah perusahaan, demi tercapainya ‘’zero incident “ ( Nol incident), dalam satuan kerja di hitung perjam ,dan per day , atau hari kerja aman tanpa adanya incident baik itu untuk
kategotri sumur gas, atau sumur minyak, dari itu nilai ambang batas maksimum  semestinya harus
di jalankan,

Dengan memberhentikan pekerjaan pada saat  bocornya gas tersebut,
Dalam hal ini di ketahui, jarang sekali perusahaan perusahaan operator di lapangan migas secara keterbukaan ke publik, karena berdampak pada pendapatan negara serta menurunya pendapatan APBN dan APBD di daerah penghasil minyak khususnya,
dengan kronologi kejadian bocornya gas, dapat memicu khususnya di wilayah on shore atau sekitar lokasi yang
kerap benturan dengan masyarakat sekitar.

Karena berdampak berujung gejolak dengan masyarakat, dan menghambat perekonomian, dan berdampak pada pendapatan negara ‘dengan memberhentikan aktivitas pekerjaan ketika lampu nyala strobo atupun sirena alarm ,

Dari enginer service company H2s jarang sekali melakukan keterbukaan ke publik, disebabkan demi meningkatkan lifting produksi dari management perusahaan,

Dalam undang – undang K3 Migas, management MCL- EXXONMOBILE, berkewajiban mengendalikan adanya hazard ,demi menimimalisir adanya incident,

Namun ironi sekali dengan fenomena tersebut bisa terjadi , tentunya menjadi kado di penghujung, akhir tahun untuk untuk masyarakat sekitar lokasi, di tengah gemuruhnya daerah itu di kenal dengan meriahnya daerah ramah HAM,

Namun masyarakat lokal di suguhi dengan kejadian gas yang menyembur, membuat warga sekitar lokasi tergusur.

Related posts