Saturday 23rd June 2018

Vidio Viral Kang Yoto, Dihajar Oleh Lawan Politik Yang Cerdas

Vidio Viral Kang Yoto, Dihajar Oleh Lawan Politik Yang Cerdas

INDOSHINJU.COM – BOJONEGORO – Harus diakui bahwa dalam Pilkada Bojonegoro tahun ini pengaruh Kang Yoto masih cukup besar. Itu terbukti dari sambutan publik kemanapun Kang yoto pergi.

Kang Yoto tetap menjadi magnit, bahkan di jalanpun saat Kang Yoto tiba tiba mampir, anak anak milenia selalu berebut minta foto.

Jadi sangat masuk akal jika kompetitor (baca lawan Politik) gusar dan perlu menghajar Kang Yoto. Tujuannya jelas menurunkan elektabilitas pasangan MK nomor 2 yang didukung Kang Yoto.

Serangan pertama dibuatlah drama: ada sekelompok orang lapor ke KPK, ada yang merekam lalu, lalu ada yang membuat berita.

Walaupun tempatnya di Jakarta, tapi medianya lokal, dan para aktornya juga tidak semua berasal dari Bojonegoro.

Drama ini dibuat untuk meyakinkan publik bahwa Kang Yoto itu korup. Sebelumnya sudah dihembuskan bahwa begitu berhenti menjabat Kang Yoto akan ditangkap KPK.

Agar publik yakim para pembuat drama dan penyebar tidak pernah menjelaskan bahwa KPK tidak mengenal istilah masih aktif atau tidak,

KPK tidak pernah berkompromi selama ada alat bukti siapapun, termasuk pejabat tinggi negara pasti disikat. Yang terbaru Walikota Blitar dan Bupati petahana Tulung Agung. Lebaranpun KPK tidak libur memberantas korupsi.

Kedua penyebaran video kerusuhan saat Muswil PAN Jatim di Kediri tahun 2015. Video itu menggambarkan ada serangan mendadak usai coblosan pilihan calon ketua DPW dan anggota formatur.

Pihak yang kalah ingin membuat kacau demgan target memberi kesan bahwa muswil deadlock sehingga DPP PAN dapat mengambil alih.

Diduga 150an dari 850 pemilik suara itulah yang menggerakkan dengan mengajak pihak lain masuk menyerbu lokasi perhitungan.

Karenanya agak aneh dalam video itu sebab ada peserta yang tidak kenal mantan ketua DPW dua periode, Kang Yoto.

Padahal sesi acara sebelumnya Kang Yoto selalu tampil. Padahal di lingkungan kader PAN Kang Yoto sangat dikenal sebagai pemimpin dan pendidik.

Saat kejadian, Kang Yoto yang saat itu di luar gedung memilih masuk, dan sendirian melayani gerombolan. Maka terlihatlah Kang Yoto itu sangat berani.

Atas kerusuhan ini sempat dibawa ke ranah hukum namun kasusnya mandeg. Kang Yotolah yang meminta agar rekaman kerusuhan itu diupload di Youtube untuk pelajaran bahwa demokrasi bisa mudah dibajak oleh siapapun, ambisi bisa mengalahkan sistem.

Kang Yoto mengajak jangan pernah mundur sejengkalpun untuk memperjuangkan prinsip dan itulah yang dilakukannya, masuk ke gedung dan meminta pintu ditutup, kang Yoto menawarkan dialog tapi ditolak karena ambisi dan amarah.

Lalu kenapa rekaman ini disebarkan di Bojonegoro saat Pilkada? Penyebarnya pasti berpikir dengan melihat video kerusuhan tahun 2015 maka para pemilih Bojonegoro akan tidak percaya lagi pada Kang Yoto, La wong kadernya sendiri saja sudah tidak percaya, apalagi rakyat Bojonegoro.

Atau penyebar juga bermaksud memberi kesan kepada pendukung MK dan publik bahwa internal pendukung MK sedang konflik. Agar misi ini sukses maka penyebar tidak pernah menjelaskan dimana kejadiannya dan apa konteksnya.

Apa hasilnya?

Apakah rakyat percaya dengan dua propaganda tersebut? Jawapan pastinya ada di lembaga survey, tapi sebagai kader PAN dan rakyat Bojonegoro saya bisa memastikan pendukung MK sama sekali tidak percaya dengan drama berita laporan korupsi PI Pemkab Bojonegoro.

Kami percaya Kang Yoto dan Jajarannya termasuk Sekda saat itu, staf dan pengurus ADS sangat hati hati. Terbukti tidak ada pencairan uang sampai seluruh nesehat BPK RI dan KPK dilaksanakan.

Dan saat Kang Yoto berhenti draf kajian oleh team independen baru selesai, hasilnya seluruh perjanjian bisnis Pemkab Bojonegoro dengan PT SER dinyatakan wajar.

Lalu bagaimana soal vedeo 2015? Maaf kami justru semakin kagum terhadap sosok Kang Yoto. Beliau telah membuktikan konsitensi ucapan dan tindakannya.

Menjaga nilai dan sistem demokrasi bagi semua, tidak peduli dihujat sekalipun. Bukankah sikap kepemimpinan seperti ini yang diperlukan Indonesia, khususnya Bojonegoro yang sangat plural dalam berbagai kepentingan.

Saya malah ingin menganjurkan mohon seluruh Paslon di Pilkada Bojonegoro meniru Kang Yoto saat kampanye dan lebih lebih setelah terpilih nanti.

Ekonomi Bojonegoro dapat tumbuh seperti ini, kemiskinan turun, pembangunan marak, semua ini lantaran situasi sosial kondusif, aman dan nyaman. Jauh dibandingkan dengan sebelum 2008, saya yakin itu semua adalah buah dari kepemimpinan Kang Yoto yang teduh, demokratis dan konsisten pada visi untuk kemajuan bersama.

Tapi saya juga tertarik dengan cara kang yoto menjawab semua manuver lawan politiknya bukan dengan pidato tapi dengan sholawatan, menulis syiir sholawat dan malah mengundang Nissa Sabyan yang lagi hit.

 

Inilah syiir sholawat Golek Bupati:

” sholatullah salamullah ala Toha Rasulillah….

 

Biyen kange saiki Yune

Kange Biyen ora korupsi

Yune janji:

Ora ngapusi

Ora minteri lan ora korupsi”

 

Ya Asiqol Mustofa Absir binailil muna!”

(Duhai kekasih hati yang terpilih, kabarkan berita gembira apa yang diharapkan akan segera didapat)

 

Penulis;

Miftakhul Khoir Sukanto

Kader PAN dan rakyat Bojonegoro tinggal di Kepohbaru.

No Responses

Leave a Reply

ten + eighteen =