Home Hukum Polda Metro Jaya Berhasil Menangkap 11 Sindikat Pemalsu Sertifikat Keterampilan Pelaut

Polda Metro Jaya Berhasil Menangkap 11 Sindikat Pemalsu Sertifikat Keterampilan Pelaut

202
0
SHARE

Jakarta _Indoshinju.com –

Ketua Umum Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Andry Yani Sanusi enggan menanggapi soal terbongkarnya mafia pemalsu sertifikat keterampilan pelaut, oleh Polda Metro Jaya.

Alasanya, langkah yang dilakukan oleh polisi dan Kemenhub tersebut tidak menyentuh orang dalam.

“Peran orang dalamnys gak dibongkar. Ini pelakunya gak jauh kok. Saya malas menanggapinya,” ujar Andry Yani Sanusi dihubungi Kamis (25/6/2020) malam.

Dalam kasus ini Polda Metro Jaya menangkap 11 tersangka sindikat pemalsuan sertifikat keterampilan pelaut dengan melakukan illegal access (hacking) pada website resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan sindikat pemalsu Sertifikat Pelaut ini telah beroperasi selama 3 tahun dari sejak 2018 hingga April 2020. 11 pelaku berinisial DT, IJ, JA, SP, SH, ST, IS, GJM, RR, RAS dan RA. Mereka ditangkap di wilayah Jakarta Utara, Riau dan Bogor.

“Sertifikat yang dipalsukan sejumlah 5.041 lembar, dengan meraup keuntungan Rp 20 miliar,” ujar Nana di Polda Metro Jaya, Kamis (25/6/2020).

Menurut Kapolda, modus operandi sindikat ini adalah menawarkan jasa pembuatan sertifikat keterampilan pelaut palsu kepada para pengguna untuk kerja di kapal dengan memberikan jaminan bahwa blangko sertifikat asli buatan PERURI, serta nomor sertifikat keterampilan pelaut teregistrasi dan terintegrasi secara online di website Kementerian Perhubungan.

“Harga yang di tawarkan untuk pembuatan sertifikat aspal dari mulai Rp 700.000 sampai Rp 20.000.000, tergantung sertifikat yang dibutuhkan,” katanya.

Kronologis pada Kamis 23 April 2020, Unit Resmob Polrestro Jakut mendapat informasi dari masyarakat, bahwa di wilayah Koja ada seseorang bernama DT yang dapat membuat sertifikat keterampilan pelaut asli tapi palsu.

Tim Berhasil menangkap 3 orang tersangka, atas nama DT bersama-sama dengan tersangka IJ dan JA di Wilayah Koja.

“Dari hasil interogasi terhadap para tersangka yang telah diamankan, tim berhasil menangkap para pelaku lainnya sebanyak 6 orang yaitu SP, SH, ST, IS, GJM dan RR,” papar Kapolda.

Dari hasil penyelidikan Tim Satgas Gabungan berhasil menangkap kembLi dua orang tersangka RAS di Kab. Kampar Prov. Riau (12/5/2020), dan RA di Bogor pada (9/62020).

Para tersangka dikenakan Pasal 264 KUHP (Pemalsuan Surat) dan Pasal 30 ayat (3) UU ITE (cracking, hacking, illegal access).(Syam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here