Home Headline Pengamat Dorong Relawan Cellica Segera Tempuh Upaya Hukum Soal Video Aoki

Pengamat Dorong Relawan Cellica Segera Tempuh Upaya Hukum Soal Video Aoki

1478
0
SHARE

Karawang,jabar Indoshinju.com

Senin,18/5/2020 Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana kembali di fitnah sebuah berita tidak benar. Kali ini di lakukan oleh seorang aktivis media sosial bernama Aoki Vera Kurniawati dalam sebuah rekaman video berdurasi 7 : 28 menit yang menyebar di jejaring sosial WhatsApp dan di unggah pada akun Facebook milik Aoki.

Dalam video tersebut, awalnya Aoki membahas soal dinamika internal Partai Demokrat yang baru saja memiliki Ketua Umum (Ketum) baru, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dia juga nampak mengkritisi soal kepemimpinan AHY di Partai Demokrat.

Namun di pertengahan video, Aoki juga membahas soal acara Kongres Partai Demokrat dan membahas Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana yang pernah di nyatakan positif covid-19. Lebih parahnya lagi, Aoki menyebutkan bahwa Cellica meminta paksa (memalak) pabrik – pabrik di Karawang untuk penanganan covid – 19 dan beras dari hasil memalak perusahaan di berikan gambar Bupati Karawang sebagai ajang kampanye. Aoki juga melontarkan pertanyaan dengan nada sindiran soal adanya himbauan Bupati Karawang agar membeli beras pada toko tertentu dengan pertanyaan “Wow dapat cash back berapa bu?”,

Pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan menyeselkan perilaku aktivis Sosmed tersebut. “Saya sering melihat unggahan – unggahan videonya di beberapa jejaring sosial, dia terhitung aktif menyuarakan agar penegak hukum memproses pihak – pihak yang melakukan ujaran kebencian, fitnah, hoax dan kejahatan Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Tapi kenapa sekarang dirinya sendiri yang melakukan perbuatan tersebut? Sungguh sangat di sayangkan.”, Sesalnya.

“Perihal dia mengkritisi sekaligus nyinyir kalangan elite Partai Demokrat, itu soal lain. Tapi yang sangat di sayangkan dan saya mengutuk keras terkait komentar yang berpotensi ke arah fitnah kepada Bupati Karawang. Saya sebagai masyarakat Karawang tidak terima pemimpin saya di perlakukan seperti itu! Ini bukan bicara persoalan politik, bagaimana pun dr Cellica merupakan pemimpin Karawang.”, Tegas Andri.

“Ada pun terkait tuduhan Aoki bahwa Bupati Karawang memalaki perusahaan – perusahaan, itu sangat tidak benar. Sesuatu hal yang sangat wajar ketika terjadi musibah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang meminta peran serta kalangan investor untuk peduli terhadap masyarakat Karawang yang sedang terkena dampak wabah Covid – 19.”, Katanya.

“Bahkan kepedulian perusahaan tidak harus pada saat ada wabah saja. Mereka menggunakan Sumber Daya Alam (SDA) milik Karawang, maka ada kewajiban terhadap lingkungan yang di sebut Corporate Social Responsibility¬†(CSR).”, Jelasnya.

Lebih lanjut Andri mengatakan. “Lalu terkait beras yang di berikan gambar atau photo Bupati Karawang, Aoki sudah menyimpulkan tanpa menggali informasi lebih jauh. Apa yang di katakan Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang memang benar. Beras yang di berikan gambar Bupati Karawang bukan beras atau uang yang bersumber dari bantuan perusahaan atau dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).”, Ulas Andri.

“Selama ini memang saya perhatikan, Bupati Karawang terlalu sabar dalam menyikapi fitnahan terhadap dirinya yang bertubi – tubi. Saran saya, sebaiknya untuk kali ini jangan ada toleransi, lakukan upaya hukum. Jika memang Bupati tidak punya cukup waktu, bisa kok dari unsur relawannya membuat Laporan Aduan (Lapdu). Kan banyak tuh relawannya ibu Cellica, ada Relawan Teh Celli (RTC) dan lain sebagainya. Segera bergerak, kalau di biarkan, khawatir akan ada Aoki Aoki lainnya.”, Sarannya.

“Segera lakukan upaya hukum, agar menjadi efek jera bagi yang lainnya. Karena harus bisa di bedakan, mana kritik dan mana fitnah, ujaran kebencian, makian serta hinaan. Lalu soal yang bersangkutan keberadaannya ada di luar Negeri. Itu sih teknis saja, jika proses hukumnya sudah berjalan dan menjadi tersangka, bisa di keluarkan red notice.”, Ujarnya.

“Red notice adalah permintaan untuk menemukan dan menahan sementara seseorang yang di anggap terlibat dalam kasus kriminal. Namun status seseorang tersebut harus sudah di tetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Red notice menjadi hal yang penting sebab pergerakan seseorang menjadi terbatas dalam melakukan perjalanan di luar Negeri. Selain itu, negara yang meminta penerbitan red notice dapat berbagi informasi dengan negara anggota Interpol lainnya.”, Pungkasnya.(ISC).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here