Home Kesehatan Pemkot Bekasi Berlakukan PSBB Jam Malam Pada Pukul 23:00 Wib

Pemkot Bekasi Berlakukan PSBB Jam Malam Pada Pukul 23:00 Wib

100
0
SHARE

Kota Bekasi, Indoshinju.com

Walikota Bekasi Rahmat Effendi memutuskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total, Keputusan tersebut disampaikan usai menggelar rapat
evaluasi bersama dengan Forkopimda di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, Senin (14/9).

“Hanya saja, ada evaluasi yaitu dengan membatasi aktivitas warga sampai pukul 23.00 WIB atau jam 11 malam,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi Di Bekasi, Senin (14/09/2020).

Walikota menambahkan, bahwa Pemkot Bekasi tetap meneruskan kebijakan Adaptasi Tatanan Hidup Baru (ATHB) masyarakat produktif aman Covid-19.

“Dalam kebijakan ATHB masyarakat produktif aman Covid-19 telah terdapat beberapa poin penting. Misalnya adalah dengan membentuk RW Siaga di 56 kelurahan dari 12 kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan PSBB secara mikro sudah dilakukan jauh-jauh hari oleh Pemkot Bekasi. Namun, belum adanya batasan waktu kegiatan.

“Karenanya, Pemkot Bekasi akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK),” Kata Rahmat Effendi.

“Di dalamnya mengatur pembatasan jam operasional toko, mall, atau pusat kegiatan masyarakat hingga pukul 23.00 WIB,” tambahnya.

Walikota menjelaskan, Pihaknya tidak memutuskan untuk melaksanakan PSBB total lantaran beberapa pertimbangan.

“Diantaranya, ekonomi masyarakat, serta kabar yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memfasilitasi pemanfaatan hotel dan rumah sakit untuk penanganan isolasi mandiri dan perawatan,” ungkap Rahmat Effendi.

“Artinya pukul 23.00 WIB tidak ada lagi warga yang beraktivitas di luar rumah. ATHB ini kan kita untuk menanggulangi covid, namun tidak mengganggu aktivitas kerja masyarakat sehingga roda perekonomian terus berputar,” tandasnya.

Saat ini, Menurut Walikota, Pihaknya sedang memperketat pendataan pada warga yang tiba dari luar kota atau setelah berpergian dari luar kota Bekasi.

“Kami akan melacak warga dengan keluhan kesehatan setelah bepergian, hingga mengawasi isolasi mandiri yang memungkinkan untuk dilakukan di rumah ,” kata Rahmat Effendi.

“Karena, Memasuki pertengahan September ini, jumlah klaster keluarga masih menjadi perhatian, mencapai 222 keluarga,” pungkasnya.( Syam ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here