Home Hukum Masalah Konflik Wartawan Dengan Pejabat Disnaker Karawang, Andri : “Soal Damai Atau...

Masalah Konflik Wartawan Dengan Pejabat Disnaker Karawang, Andri : “Soal Damai Atau Tidak? Itu Bukan Urusan Saya”

204
0
SHARE

Karawang,jabar Indoshinju.com Perihal permasalahan Pelaksana tugas Kepala Bidang Pelatihan Dan Produktivitas Tenaga Kerja (Plt Kabid Latas) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang dengan salah seorang wartawan yang sempat memanas dan menjadi trending topik hampir disemua media, karena banyak disikapi oleh kalangan tertentu.

Pasca adanya statement dari salah seorang aktivis yang menyarankan sebaiknya berdamai saja, agar Plt Kabid Latas Disnakertrans Karawang segera meminta maaf secara langsung, dengan harapan wartawan yang merasa tersinggung dapat memaafkannya.

Tujuan Andri Kurniawan yang memberikan saran seperti itu, mungkin baik? Agar tidak menjadi masalah yang berkepanjangan. Tetapi dilain sisi, ada yang mempertanyakan sekaligus mencurigai, ada kepentingan apa dibalik itu semua?.

Pada saat kembali diminta pendapatnya. Andri mengatakan ke Indoshinju.com,”Dari awal sebenarnya saya malas memberikan statement terkait permasalahan tersebut. Tetapi, semakin hari terlihat semakin memanas. Tujuan saya tidak ada yang lain, hanya agar permasalahannya clear dan tidak berkepanjangan,” Senin, (13/09/2021).

“Tetapi kalau saya dicurigai ada kepentingan lain – lain, nanti dulu! Silahkan saja kroscheck langsung ke Disnaker. Saya tidak pernah bermain proyek atau titip orang untuk dimasukkan kerja melalui Disnaker Karawang. Kalau ada yang pernah claim atau jual – jual nama saya, memang pernah ada, tapi diwaktu itu juga langsung saya klarifikasi, bahwa saya tidak pernah titip orang untuk pemagangan,” Tegas Andri.

Dijelaskannya, “Soal saling memaafkan atau tidak dimaafkan, ya itu hak yang merasa dihalang – halangi haknya dalam menjalankan tugas jurnalis. Pendapat saya beberapa hari lalu dimedia cukup objektif kok, hanya sekedar saran. Sekali pun ada yang mau menempuh upaya hukum, silahkan saja. Bukan berarti saran saya untuk diselesaikan secara baik – baik itu berupa paksaan. Namanya juga sekedar saran,”

“Prinsip dasarnya, tidak ada kepentingan, apa lagi beban bagi saya. Sekali pun ada organisasi media yang masih mau mempersoalkan, itu juga hak rekan – rekan, silahkan saja. Sekali lagi perlu saya jelaskan, pendapat saya berupa saran yang tidak wajib hukumnya untuk didengar, apa lagi dituruti,” Pungkasnya.(Pri/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here