Sunday 22nd April 2018

KEADILAN HUKUM BUMI WALI DI UJI : ATAS KASUS DUGAAN SUAMI BAKAR ISTRI HIDUP-HIDUP, TIGA ANAKNYA MENCARI KEADILAN

KEADILAN HUKUM BUMI WALI DI UJI : ATAS KASUS DUGAAN SUAMI BAKAR ISTRI HIDUP-HIDUP, TIGA ANAKNYA MENCARI KEADILAN

Tuban indoshinju.com Wajah sedih menghiasi ke tiga bocah di Desa Merkawang Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban yang barusan di tinggal pergi untuk selama lamanya oleh Ibu kandung mereka yang meninggal dunia dengan kondisi yang memilukan karena ada dugaan di bakar oleh ayah tirinya sendiri. Yaitu KSM (50).

Warga Ketapang Glondong Gede Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban. Adalah Lutfi, klas 2 Smkn I Tambakboyo bersama kedua adiknya Maya, klas 3 di Smp Sabirul Mutadin Karangasem Jenu dan Abdul hakim, Kelas 5 SDN Merkawang Tambakboyo Tuban.

Pada saat di kunjungi oleh media di kediaman mereka menceritakan kronologis kejadian perkara yang menimpa rumah tangga ibu kandung mereka dengan bapak tiri yang baru dua tahun menikah dengan ibunya.

Pada hari itu kamis siang sekitar pukul 13.00
wib,28/12/2017,abdul hakim anak kecil klas 5 SD itu dari jendela menyaksikan orang tuanya bertengkar, dan saat ibunya ingin menutup pintu toko tempatnya jualan, ayah tirinya itu mengambil satu botol bensin dari toko ibunya dan langsung
menyiramkan bensin itu ke sekujur tubuh ibunya, bocah kecil itu menyaksikan bagaimana Bapak tirinya tersebut menyalakan rokok yang mana langsung berakibat pada terbakarnya tubuh ibu kandungnya dengan hanya bisa menangis
bocah kecil itu menyaksikan ibunya terbakar.

“aku mendengar ibu bilang ‘kok suamiku tega berbuat jahat padaku’” cerita abdul hakim dengan pandangan kosong. Hal senada juga disampaikan oleh tetangga korban, Juwariyah yang pada saat saat terakhir api telah padam, dia menolong korban dan mendengar korban berkata lirih bahwa suaminya kok tega berbuat seperti itu pada korban. dengan di naikkan
becak korban di bawa ke puskesmas Tambakboyo, lalu di bawa ke Rsud dr.R.Koesma Tuban dan di
rujuk ke RSAL Surabaya.

Asminah ,48 tahun.wanita mungil yang sehari
harinya berjualan sayur keliling dan membuka toko
kelontong kecil di rumahnya mengalami luka bakar
hampir merata di sekujur tubuhnya akhirnya
menghembuskan nafas terakhir,dan meninggalkan
ke tiga putra putrinya untuk selamanya pada hari
selasa selepas magrib 2/01/2018 di RSAL Surabayasetelah koma beberapa hari.

Korban di makamkan pada hari
rabo, 3/01/2018 ,tanpa di dampingi suaminya
kasmidi.karena pada saat kasmidi datang ke rumah
duka dengan pengawalan Lima orang petugas
kepolisian hampir saja menjadi korban amukan
warga dan keluarga yang marah yang langsung di
amankan dan di bawa pergi dari rumah korban oleh
pihak kepolisian.

Lutfi, anak sulung korban dengan di dampingi
kedua adiknya,di kelilingi oleh sanak famili kepada
Rnews Tuban mengatakan akan menempuh jalur
hukum dengan cara akan melaporkan pada polisi
.”pokoknya saya tidak terima ,saya sebagai ganti
dari orang tua akan melaporkan masalah ini ke
polisi,biar ibu saya tenang di alam sana.” kata lutfi
dengan menahan jatuhnya air mata saking sedih dan marahnya.

Asmiah,44 tahun. Adik kandung Almarhumah
sebetulnya sudah melaporkan pada polisi. tetapi
laporan itu di cabut ,karena arahan dari pihak
kepolisian dengan alasan kalau laporan tidak di
cabut korban tidak bisa menggunakan fasilitas
BPJS.”saya di bilangi gitu pak,jadi ya saya cabut.”kata Asmiah.

Sampai berita ini di turunkan.keluarga korban mengatakan pada Awak Media ini  bahwa tidak
satupun media yang datang untuk kroscek kebenaran dan fakta yang terjadi, sehingga berita
kemarin yang muncul hanya berita sepihak .terang lutfi anak sulung korban.(AGUS)

No Responses

Leave a Reply

5 × four =