Sunday 22nd July 2018

FORUM MASYARAKAT GAJI GELAR UNJUK RASA DI PT.SEMEN INDONESIA, DPRD DAN BPN TUBAN

FORUM MASYARAKAT GAJI GELAR UNJUK RASA DI PT.SEMEN INDONESIA, DPRD DAN BPN TUBAN

Tuban – indoshinju.com – Forum Masyarakat Gaji mengarak Lima Tumpeng dan pembacaan Surat Yasin untuk mendapatkan keadilan atas dugaan perampasan tanah yang di lakukan oleh PT. Semen Indonesia.

Warga Gaji yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gaji ( FMG ), menggelar aksi maraton. Aksi tersebut di mulai dari Balai Desa Gaji menuju PT. Semen Indonesia, DPRD Kabupaten Tuban dan BPN Kabupaten Tuban. Aksi massa kali ini di lakukan secara simbolik, berupa do’a bersama dan mengarak lima tumpeng keliling titik sasaran aksi tersebut, kamis ( 12/05/2018 ).

Aksi Do’a bersama dengan mengarak lima tumpeng, sebagai simbol bahwa telah terjadi dugaan perampasan tanah oleh PT. Semen Indonesia.

Koordinator FMG Abu Nasir, dalam orasinya di depan Gedung DPRD Tuban menyampaikan, “ Dari tahun 2003 hingga sekarang bukan waktu yang pendek, masalahnya bukan lagi perdata tapi pidana pemalsuan data, Ada dugaan telah terjadi persekongkolan antar instansi terkait, baik dari Pemerintah Desa Gaji, BPN Kabupaten Tuban, dengan memalsukan dokumen tanah milik warga Gaji,

Sementara hingga saat ini telah terjadi pembiaran, terhadap kasus tanah warga Gaji oleh Pemerintah Kabupaten Tuban, DPRD Tuban dan penegak hukum setempat. Aksi Do’a bersama yang di gabungkan dengan adat Jawa berupa brokohan Tumpeng, mempunyai filosofi yang relasional, dengan persoalan yang tengah di hadapi oleh warga Gaji.

Brokohan lima tumpeng memiliki arti, pertama sebagai simbol PT. Semen Indonesia, Kedua pemerintah baik daerah maupun pusat, ketiga penegak hukum, keempat wakil rakyat baik DPRD maupun DPR RI dan yang kelima BPN. Tumpeng tersebut merupakan simbol dari harapan, agar para pejabat yang duduk di lima lembaga tersebut, untuk terbuka matanya dan lebih bijaksana. Supaya mereka mengembalikan hak warga Gaji yang telah di rampas oleh PT. Semen Indonesia,” kata Abu.

“ PT. Semen Indonesia telah melakukan hal yang tidak terpuji, dengan melakukan jual beli fiktif. Sekitar 42 hektar lahan terancam keberadaanya, selain itu sekitar 80 petani Desa Gaji berpotensi kehilangan mata pencaharian, karena lahan tersebut akan beralih fungsi menjadi kawasan pertambangan tanah liat, guna bahan baku utama pembuatan semen.

Perlu diketahui, adanya perampasan lahan pertanian tersebut, merupakan dampak dari ekspansi industri ekstratif yang rakus lahan.

Di samping warga kehilangan tanah dan mata pecaharian, potensi kerusakan lingkungan pun turut menjadi ancaman serius,” teriak Abu Nasir yang di amini oleh massa yang hadir.

Massa menuntut ketemu dengan ketua DPRD Tuban Miyadi, namun hanya di temui oleh Agung supriyanto ketua komisi A, yang berjanji akan membantu memfasilitasi persoalan sengketa Tanah antara PT. Semen Indonesia dengan masyarakat Desa Gaji.dan di persilahkan 10 perwakilan dari FMG masuk kedalam untuk mediasi dengan DPRD dan Polres Tuban.

Dari DPRD Tuban , massa menggarak Lima Tumpeng keliling Bunderan Patung Letda Sucipto di lanjutkan dengan menutup pintu masuk kantor BPN Tuban.

Abu Nasir di dampingi massa menuntut kepada BPN agar bertanggung jawab atas surat yang telah di terbitkan dan untuk sama sama buka data kepemilikan yang sah.” masak orang yang sudah meninggal bisa mengajukan proses sertifikat..? “ Teriak massa.

Sementara itu, kepala BPN Tuban,Yuswanto di hadapan massa mengatakan hanya mampu untuk menfasilitasi dan menunggu reaksi pihak PT. Semen Indonesia. Massa dengan duduk bersila membacakan Surat Yasin bersama.

Adapun Tuntutan Forum Masyarakat Gaji adalah,

1. Menuntut pihak PT. Semen Indonesia untuk mengembalikan tanah warga Desa Gaji, yang telah di rampas sepihak, melalui proses jual beli fiktif.

2. Meminta Pemeritah Kabupaten Tuban dan DPRD Kabupaten Tuban untuk menyelesaikan kasus ini, dengan menggunakan hak mereka sebagai Wakil Rakyat.

3. Meminta BPN Kabupaten Tuban untuk segera menerbitkan kepemilikan yang sah, atas nama warga Desa Gaji, sebagaimana bukti yang telah ada.

4. Meminta penegak hukum untuk segera mengusut adanya tindakan pemalsuan jual – beli tanah, sehingga mengancan keberadaan lahan pertanian milik warga Desa Gaji.

5. Menuntut Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban dan DPRD Tuban untuk lebih berpihak pada warga. Serta menghentikan seluruh izin eksploitasi karst, yang telah terbukti merusak lingkungan dan berpotensi mencerabut lahan pertanian. Serta telah terbukti gagal mensejahterakan warga.

Sebagai contoh warga Gaji, di mana perampasan lahan pertanian merupakan dampak sistemik adanya industri ekstraktif.( AGUS ).

No Responses

Leave a Reply

thirteen + 13 =