Home Headline Dua Wartawan Media Online Di Karawang Diduga Diintimidasi Oleh Korwilcambidik Purwasari Dan...

Dua Wartawan Media Online Di Karawang Diduga Diintimidasi Oleh Korwilcambidik Purwasari Dan Sekelompok Guru. kata “AS Saya Di Tangkap Seperti Maling”.

114
0
SHARE

Karawang, indoshinju.com.Jumat, 4/10/2019 Kasus dugaan intimidasi terhadap 2 (Dua)  wartawan di Karawang Provinsi Jawabarat. Jajang Media Online Demokratis.co. id dan Adnan Siregar dari Jurnalpolisi.co. id diduga di intimidasi oleh oknum Korwilcambidik dan sekelompok guru di Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Karawang.Ega Nugraha angkat bicara”Oknum pegawai Dinas Pendidikan tersebut bisa dilaporkan kepada pihak Kepolisian karena mereka telah melakukan persekusi dan dikategorikan mengancam kebebasan pers”.

“Jika merujuk pada video yang beredar luas di beberapa group whatsApp, saya melihat AS diperlakukan seperti seorang maling yang tertangkap basah oleh warga”.

Lanjut Ega, saya sangat menyayangkan kejadian ini, karena kejadian tersebut bisa dikategorikan sebagai tindakan yang  mengancam  kebebasan pers. Itu adalah persekusi dan masuk kategori tindakan pidana. Oknum pegawai Dinas Pendidikan tersebut bisa dilaporkan kepada pihak Kepolisian, tuturnya Ketua IWO Karawang, Ega Nugraha, Minggu (29/09/2019)

Pasal 4 undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers didalamnya  tertulis mengenai jaminan kebebasan  pers oleh negara sebagaimana yang  dimaksud  dalam  ayat 1 dan 3 BAB II Tentang Asas, Fungsi, Hak, Kewajiban dan Peranan Pers.

 

Ega juga menambahkan, undang-undang diatas merupakan payung hukum bagi para jurnalis dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Artinya, para wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka berdasarkan atas  amanat  undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang pers, tutupnya.

Disisi lain Adnan menjelaskan, “Saat akan mengklarifikasi ke kepala sekolah, di luar dugaan. Hs dan sekelompok guru lainnya berniat meringkus nya. Bahkan, menurut nya dia (Adnan)  ia sempat di kejar perangkat sekolah tersebut “.

Lebih lanjut lagi Adnan menjelaskan, kemungkinan kepala sekolah dan para guru tidak terima kasus sekolah di publikasikan, kata Adnan.

Tambah nya, saat di kejar belasan kaum terpelajar tersebut. Nasib beruntung masih di miliki Jajang, karena bisa menyelamatkan diri. Namun Saya (Adnan), bernasib na’as karena tertangkap saat hendak menaiki angkutan umum, “saya di tangkap seperti maling oleh HS dan guru-guru.  Padahal salah saya apa, kan ada hak jawab dan saya mau klarifikasi kasus ini”.

Usai di tangkap, saya (Adnan) . Diintimidasi oleh HS dan Sekelompok guru dan di paksa menandatangani surat pernyataan yang isi nya bertentangan  dengan UU Pers, seperti dilarang menulis berita  negatif tentang dunia pendidikan di Kecamatan Purwasari atau di Kecamatan lainnya dan di paksa tidak boleh dendam kepada ke kepala sekolah dan guru-guru SDN Tegalsari II, tutupnya.

Disisi lain Korwil Kecamatan Purwasari HS membenarkan telah terjadi persekusi terhadap Adnan Siregar. Namun HS menolak memberikan keterangan lebih jauh mengenai kronologis kejadian tersebut, (ISC Karawang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here