Home Headline DPRD Kecewa Ke Pemkab: “Tuh Lihat Penampakan Jalan Akses Objek Wisata Tanjung...

DPRD Kecewa Ke Pemkab: “Tuh Lihat Penampakan Jalan Akses Objek Wisata Tanjung Baru Cilamaya Kulon”

307
0
SHARE

Karawang, indosinju.com. Minggu, 10/11/2019 Penampakan jalan akses objek wisata Tanjung Baru di Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang Provinsi Jawabarat,salah satu objek wisata yang merupakan  bagian dari 7 objek wisata unggulan pemerintah Kabupaten Karawang.

Sekertaris Komisi IV DPRD Karawang dr. Atta Subagjadinata di posting Facebook menuturkan bahwa,”Setiap tahun dalam pembahasan anggaran saya tidak pernah bosan mengingatkan Pemerintah Daerah agar memberikan porsi anggaran APBD untuk pembangunannya, dan jangan terlalu berharap kepada APBD Provinsi”.

Karena pembangunan objek wisata Tanjung baru merupakan amanat RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ), yang mana RPJMD itu sendiri adalah janji dan komitmen Bupati yang harus ditunaikan dengan tuntas dimasa jabatannya.

Hari ini 4 tahun sudah masa jabatan itu dilewati, tinggal setahun lagi sisa waktu tersisa, dan hari hari kini pemerintah daerah bersama kami DPRD, tengah melakukan pembahasan APBD 2020. Saya tidak melihat posting rencana anggaran untuk pembangunannya, katanya.

Lanjut Atta, teramat besar kecewa saya karena setiap tahun menyampaikan usulan ini namun tak jua dihiraukan, padahal jelas sekali ini adalah amanat RPJMD.

Konon pemerintah ingin konsen terhadap penuntasan janji Bupati yg tertuang dalam RPJMD ditahun terakhir ini, namun kenyataannya inilah yang kita saksikan.

Kami DPRD sepertinya tidak bisa lagi bersikap lunak, toleransi dan sentiasa memaklumi argumentasi pemerintah daerah karena teramat besar malu, kami untuk mempertanggungjawabkan amanah rakyat yang ada dipundak kami.

Acapkali kami mempertanyakan kenapa pemerintah daerah malah lebih suka politik.Mercusuar, terbukti lebih perhatian pada pembangunan jalan interchange Karawang Barat yg notabene bukan kewajiban pemerintah daerah karena ini jalan Nasional.  Ini kewajiban pemerintah pusat loh.

30 M miliar untuk lokasi Lebaksari ditahun 2018, dan 5 M depan Resinda di tahun 2017. Bahkan rencana pembagunan air mancur didepan hotel Novotel yg akan menghabiskan dana 6 M di tahun 2020 besok.”Inikah implementasi RPJMD itu,
Inikah upaya menuntaskan janji itu”. Kata Atta

Jujur saya kesulitan untuk menemukan butir ini dalam buku setebal Al-Qur’an yang seharusnya menjadi panduan dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Karawang ini, ya buku RPJMD.

Kini kami harus tegas, program pembangunan 2020 yang tidak sesuai arah RPJMD harus dicoret dengan tinta merah tanpa kecuali.
Karena kami tdk mau muka kami dicoret oleh rakyat yang kecewa, yang sudah memilih kami.

Pembangunan objek wisata adalah prioritas RPJMD termasuk didalamnya pembangunan jalan aksesnya.

Jangan terlalu berharap kepada Pemprov karena mereka tugasnya hanya membantu, dalam hal ini Pemkablah yang punya kewajiban yang harus menunaikannya.Massa iya menunaikan RPJMD ngandelin bantuan doang,  Dimana logisnya. Tutur Atta

Piraku nyieun imah sorangan ngandelkeun pamere batur, ari duit sorangan pake balanja nu lain kawajiban atawa kaperluan pokok. Tutupnya. (Priatna ISC).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here