Home Headline DINDA KORBAN YANG JATUH DI JEMBATAN DESA DAYUKIDUL KECAMATAN KEDUNGADEM, SANGAT MEMPRIHATINKAN

DINDA KORBAN YANG JATUH DI JEMBATAN DESA DAYUKIDUL KECAMATAN KEDUNGADEM, SANGAT MEMPRIHATINKAN

641
0
SHARE

BOJONEGORO – INDOSHINJU.COM – Pada 5/9/2019 – Di Jembatan  Penghubung Desa Dayukidul dengan Desa Mlideg lokasi tepatnya Timur balai desa Dayukidul kedungadem, Dimana pada tgl 04/09/2019 . Terjadi sebuah insiden yang memakan korban dari salah satu warga Desa Dayukidul atas Nama Dinda (3,5). Putri dari pak Sipan dan almarhumah Sulatih,  Mengalami Patah tulang Dan Luka luka setelah Jatuh di Jembatan Tersebut, dan langsung di rujuk ke puskesmas setempat, karena keadaan korbn tidak memungkinkan dirawat di Puskesmas langsung di rujuk ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Sosodoro jln. Veteran Bojonegoro.

Keterangan di sampaikan oleh kakak korban bernama Putri , Bahwa adiknya jatuh di Jembatan Desa Dayukidul saat lewat bersama Temanya, ” ia terjatuh di  jembatan dan kakinya patah dagu dan tangannya pun luka luka dan besok pagi harus di operasi ” jelas Putri Pada Awak media indoshinju.com.

Pada Saat dan Tempat yang sama Putri juga mengatakan pada wartawanmedia indoshinju.com tepat pada pukul 20.00 Wib. Belum ada Pihak perangkat Atau kepala Desa Yang mengunjunginya, iapun menyampaikan Bahwa “saya dan keluargan Tidak memiliki KIS Kartu indonesia Sehat, Tidak tercantum dalam Program pemerintah apapun seperti PKH dan lainya, pada Awak Media ini putri ia mengaku sedih atas musibah yang di alami adiknya (Dinda. Red) karena biaya tidak punya, ibu yang telah tiada , adik laki laki saya putus sekolah, dan saya Harus bekerja untuk membantu keluarga,  Sekarang  menunggu Adik (Dinda) Ungkapnya” .

Pada 6/9/2019. wartawan Media indoshinju.com dan Wartawan Fokus. Mengunjungi lokasi kejadian guna memastikan tempat kedian dan konfirmsi langsung pada kepala Desa Dayukidul  H.Sukamto, Alhasil pada saat itu yang menerima kehadiran para wartawan media indoshinju.com dan Fokus.com Hanya perangkat Desa Dayukidul. Ia megatakan Bahwa kades H. Sukamto Tidak ada di tempat.

Pada saat dan tempat yang sama Perangkat Desa Dayukidul menyampaikan pada Awak media Bahwa  “Masalah untuk perbaikan jembatan dananya  sangat minim untuk pembangunan jembatan tersebut. Desa Dayukidul Hanya mendapat Bantuan Dana Rp.500 jt. Di peruntukan perawatan, tambal sulam, Bentuknya Kayu dan kebutuhan lainya.”jelasnya

Saat di wawancarai awak media juga perangkat Desa tersebut mengatakan Bahwa “Bupati Bojonegoro sudah pernah Lewati Jembatan Tersebut, dan berjanji akan memperbaiki sarana penghubung Desa (Jembatan tersebut).Bupati Bojonegoro Hj.Anna muawanah Belum memenuhi janji kampanyenya. Pada saat pencalonannya sebagai Bupati, nyatanya kami sudah berkali kali mengajukan untuk di bangun jembatan itu sebelum kejadian ini, namun Hanya dapat Dana Bantuan untuk perbaikan saja” keluhnya pada Awak media.

Media ini sangat Menyangkan saat menyaksikan langsung Ketika ada warga Bojonegoro masih ada yang Tidak terdata, lepas pantau oleh pemerintah Mulai dari Kades, Dinas Sosial kabupaten Bojonegoro. Ketika ada Bantuan apa pun warga ini tidak dapat,  di Duga pemerintah dalam menyalurkan bantuan  tidak tepat Sasaran,  Sehingga Motto Bupati Bojonegoro Hj. Anna Mu’awanah “Ngayomi Ngopeni” Belum terlaksana, saat ini masyarakat mempertanyakan dan menagih janji politiknya.Bersambung. (ISC).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here