Saturday 22nd September 2018

DIDUGA BANYAK PENYALAHGUNAAN DANA DESA CILENGKRANG CIREBON MENJADI BANCAKAN NIKMAT

DIDUGA BANYAK PENYALAHGUNAAN DANA DESA CILENGKRANG CIREBON MENJADI BANCAKAN NIKMAT

INDOSHINJU.COM CIREBON, (Sabtu, 14/07/2018) – Dana desa layaknya sebagai primadona, semua elemen tertuju terhadap pengawasan dana desa yang semakin lama semakin terlihat mengeliat oknum-oknum kepala desa dan aparatur perangkat desa menyalahgunakan anggaran desa dengan bermacam modus dan terik demi meraih keuntungan pribadinya.

Salah satunya terik kerjasama antara aparatur prangkat desa dalam mengakal-akali dana desa dengan niatan kecepretan hasil dari penyalahgunaan dana desa (DD).

Seperti diduga terjadi adanya dana desa menjadi bancakan aparatur prangkat desa Cilengkrang Kecamatan Pasaleman Cirebon Jawa Barat.

Hal ini terbukti adanya dugaan penyalah gunaan dana desa dengan cara di duga memark-up harga hingga hasil penyalahgunaannya pun di bagi bagikan menjadi sebuah bancakan.

berawal dari keterangan salah satu prangkat desa cilengkrang tentang pelaksanan pekerjaan pengaspalan jalan hotmi kepada media indoshinju.com dan pengakuan kepala desa adanya kelebihan anggaran di bagi bagikan kepada aparatur prangkat desa.

Tentang pelaksanaan kegiatan fisik pengaspalan hotmik jalan lingkungan desa  di dusun satu dengan volume keseluruhan kurang lebih 950 meter persegi dengan anggaran Rp 75.000.000,- dari dana desa tahap pertama tahun 2018 dikerjakan oleh swakelola.

Ditambah keterangan warga tentang anggran pembelian mesin pompa air dana desa (DD) tahap terakhir tahun 2017 Rp 125.000.000,- sampai sekarang tidak ada wujud fisiknya.

Ketika di konfirmasi prangkat desa yang tidak mau diketahu namanya menjelaskan, dana desa tahap pertama tahun 2018 salah satunya memang dialokasikan untuk pengaspalan jalan hotmik di dusun satu, dengan volume kurang lebih 950 meter persegi dengan anggaran Rp 75.000.000,- dikerjakan oleh swakelola masyarkat, jelasnya.

Ketika dipertanyakan masalah antara anggaran dan volume pekerjaan diduga tidak sesuai dengan harga pasaran, dikarnakan kalau  kita melihat harga pasaran jasa pengasplan jalan kisaran Rp 70 meter persegi, sedangkan di desa cilengkrang di anggarkan Rp 75.000.000,- dengan volime 950 maka dipatok biaya kurang lebih Rp 80.000,- permeternya.

Penjelasan perangkat desa pun semakin kuat adanya dugaan penyalahgunaan dana desa di duga dengan terik mark-up harga, karna pasaran harga persatu ton hotmik di cirebon kurang lebih Rp 1.200.000 tapi di desa cilengkrang di anggarkan Rp 1.700.00.

“Kalau masalah harga dan hitung hitungan bahan material saya tidak paham yang jelas kalau melihat di RAB untuk pembelian satu ton hotmik itu RP 1.700.000 per ton hotmiknya”, jelasnya.

Ketika dipertanykan lagi masalah pembelian poma air yang belum direalisakan anggaran tahun 2017 tahap terakhir Rp 125.000.000,-, pihaknya membenarkan, bahwa sampai saat ini mesin pombanya belum ada, jelasnya belum di belikan oleh kepala desa pak Joni Sapjonika, kalau mau jelas dan gamblang masalah pengaspalan jalan hotmilk dan  masalah pompa air silahkan konfirmasi kepada kepala desa pak Joni, suruhnya.

Namun ada hal yang mengejutkan dari keterangan dan pengakuan kepala desa Cilengkrang Kecamatan Pasaleman Cirebon Jawa Barat (Joni) kepada indoshinju.com, adanya kelebihan anggaran pelaksanaan pengaspalan jalan hotmik di dusun satu desa cilengkrang dari dana desa itu di bagi bagikan kepada aparatur prangkat desanya.

Adanya kelebihan anggaran pelaksanan penghotmikan jalan tidak di makan sendiri, perangkat desa yang lainpun Kebagian, supaya terjaga kebersmannya.

Kalau masalah pompa air memang belum di belikan, pihak inspektorat cirebon sudah mengetahuinya, dan pihak kami hanya di suruh segera di realisasikan pembelian pompa air atau anggaran tersebut segera di kembalikan kenegara. Pungkasnya dengan nada santai seolah-olah kepala desa ini tidak merasa takut dengan hukum yang brlaku di indonesia ini. (DEDE S)

No Responses

Leave a Reply

one × three =