Sunday 19th August 2018

DEPKOLEKTOR PT.ADIRA DI DUGA MENGECOH NASABAH

DEPKOLEKTOR PT.ADIRA DI DUGA MENGECOH NASABAH
Tuban – Indoshinju.com – Masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan pengayoman dari polisi sesuai dengan kualitas yang sering di gembar gemborkan menjadi kecewa.
Seperti penduduk apa yang di alami oleh Ngatipah warga Dusun Betengrowo Rt 05 Rw 04 Desa Sumberejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban, yang menemukan pencitraan dan pengarahan pada Polsek Rengel Polres Tuban, pada hari Sabtu, 14/07/2018.
 FOTO IBU NGATIPAH
Atas tuduhanan tidak menyenangkan, yang dilakukan oleh 3 orang Utang Colektor, yang berusaha mengambil kekerasan 1 unit Sepeda Motor Honda Beat warna Biru putih dengan Nopol S 6278 EW, tahun 2012 atas nama M.Sujak / suami Ngatipah.
Pada Media Indoshinju.com Tuban dan media awam, Jum’at, 20/07/2018, Ngatipah, 55 Tahun, warga Dusun Betengrowo Rt 05 Rw 04 Desa Sumberejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban, mencertitakan,
“Awal kejadian, hari Sabtu, 14 / 07/2018 sekitar pukul 11.00 WIB, ada seorang diseputar lokasi warung Ngatipah, yang berlokasi di seberang jalan Puskesmas Rengel Tuban yang gerak geriknya begitu dekat.
Saat makan dan minum di warung Ngatipah, orang itu segera pergi sambil terus bermain Hp, orang itupun mencari pada Ngatipah apakah motor beat biru putih itu miliknya,
selang satu jam datang lagi dua orang dan langsung masuk warung Ngatipah, setelah Ngatipah melayani pembeli dia di suruh duduk dan di apit oleh dua dari tiga orang yang ternyata adalah Debt Colektor yang mengaku dari PT. Adira Finance.
Mereka menanyakan hubungan motor dan mengatakan bahwa sepeda motor milik Ngatipah akan di tarik sebab menunggak 3 bulan, karena Anda masih sanggup mahal,
Ngatipah meminta waktu untuk mereka akan berbuka pada Suaminya dulu dan juga akan dilakukan Kewajibannya, tapi rupanya tanpa sepengetahuan Ngatipah, kata kunci yang Karena tidak tahu apa-apa tentang hal itu, Ngatipah jadi sadar bahwa motornya mau di bawa lari, usaha merintangi, dan terjadilah tarik motor yang menarik.
Ngatipah yang ingin meminta bantuan di bagian belakang di Polsek Rengel Tuban, di Polsek Rengel di terima oleh penjaga piket dan disel ke Kanit Reskrim.
Di mediasi oleh Kanit Reskrim Polsek Rengel Iptu, Suharto.

Dalam mediasi kedua belah pihak, muncul kesepakatan yang disampaikan oleh Kanit Reskrim dalam mendengar dua pihak yaitu Ngatipah dan pihak Debt Colektor yang Ngatipah diwajibkan pada hari Senin, 16/07/2018 di Kantor PT. Adira Finance Tuban.

 

Senin, 16/07/2018, Ngatipah mendatangi Kantor PT. Adira Finance di Jl. Lukman hakim Tuban, penerimaannya, Ngatipah oleh pihak PT. Adira Finance malah di ajak masuk keruangan lain dan Ngatipah disertasi surat yang dia sendiri tidak faham apa isinya.

 

Besoknya Selasa, 17/07/2018, Ngatipah ajakan surat dari PT. Adira Finance untuk teman-teman pelanggan langganan di warungnya,
begitu kagetnya Ngatipah setelah sempurna, yaitu surat itu adalah surat penyerahan unit motor miliknya, Ngatipah yang selama ini sudah mengangsur 13 kali cicilan dengan jatuh tempo masa kredit selama 2 tahun.
Akhirnya pada hari Rabu, 18/07/2018, Ngatipah mendatangi Polsek Rengel lagi guna mengetahui sepeda motor beat warna biru putih miliknya yang di titipkan di Polsek Rengel,
indikasi indikasi deskripsi Ngatipah, motor yang sudah diterbitkan oleh Kanit Reskrim Polsek Rengel, Iptu Suharto kepada pihak PT.Adira Finance Tuban.

Saat ini di Polsek Rengel, Iptu Suharto mengatakan pada Ngatipah bahwa tidak dapat mengambil sepeda motor di Ngatipah itu jika tidak melalui Ngatipah.

 

Kanit Reskrim Polsek Rengel Polres Tuban, Iptu Suharto, saat dipasang oleh media awam, mengatakan bahwa,
Itu kewenangan Adira dengan konsumen, polsek saat itu untuk dikantor Adira Tuban, sepeda yang saat itu yang menitipkan dari Adira.
lagi oleh pihak Adira. terus terang polsek sebatas tawaran bukan mediasi dan garansi masalah tersebut, ” kata Kanit Reskrim polsek Rengel, Iptu Suharto melalui WA.
Keterangan lain dengan keterangan Ngatipah pada indoshinju.com Tuban dan awak Media menerangkan bahwa, “Saya waktu di Kantor Adira Tuban ketemu sama Polisi itu (Kanit Reskrim) malah ditanya” Lho sampean orang Rengel itu toh, dan saya jawab iya. La pak polisi sendiri kok ada disini, dan dijawab oleh pak polisi itu ”ya, karena yang menyerahkan sepeda saya maka saya disini karena ada keterkaitan. gitu pak bilangnya ke saya. Saya katakan begini, pak polisi sampean mengatakan pada saya bahwa tidak bisa melakukan atau menarik sepedamu jika nggak melaluimu, ”kata Ngatipah polos menirukan ucapan Iptu Suharto.
 
Dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2011, satu hal yang merupakan kredit yang melakukan pendaftaran ke Fidusia adalah pihak Kepolisian, Pemeriksaan Preman Atau Utang Colektor. Ada dugaan Perkap Ini belum maksimal di jalankan oleh penegak hukum, khususnya oleh anggota polsek Rengel Tuban.
 

Perkap yang ditujukan untuk eksekusi eksekusi terselenggaranya fidusia secara aman, tertib, lancar, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dimana Pada Pasal 2 peraturan Kapolri tersebut menjelaskan tentang tujuan dikeluarkannya peraturan tersebut, yaitu:

 

  1. eksekusi eksekusi terselenggaranya Fidusia secara aman, tertib, lancar, dan dapat dipertanggungjawabkan; dan
  2. terlindunginya dan penerima Jaminan Fidusia, Pemberi Jaminan Fidusia, dan / atau masyarakat dari kegiatan yang dapat menimbulkan kerugian harta benda dan / atau jiwa.

Diharapkan dengan dikeluarkannya peraturan Kapolri ini, eksekusi dilakukan dengan cara yang sesuai dengan prosedur hukum.

Juga tidak ada lagi kekerasan dan intimidasi terhadap debitur. Bagi kreditur sendiri dengan pertauran kapolri ini akan membuat kepastian dan pengamanan hukum dalam pelaksanaan eksukusi.

Sedangkan pihak Leasing harus meneliti Peraturan Menteri Keuangan / PMK nomor 130 / PMK 010/2012 tentang Perbankan.

Sehingga para debitur seperti Ngatipah benar-benar mendapatkan hukum dan tidak di rugikan dengan adanya oknum-oknum yang kurang bertanggung jawab. (Agus).

No Responses

Leave a Reply

19 − nine =