Sunday 19th August 2018

BANTUAN KEMENDES 180 EKOR SAPI DI TIGA DESA KECAMATAN WIDANG DI DUGA BERMASALAH

BANTUAN KEMENDES 180 EKOR SAPI DI TIGA DESA KECAMATAN WIDANG DI DUGA BERMASALAH

INDOSHINJU.COM – TUBAN – Program yang digulirkan pemerintah untuk membantu meningkatkan taraf pendapatan masyarakat terus di galakkan,salah satunya dengan bentuk bantuan sapi dari Pemerintah kepada masyarakat,tetapi kenyataan di lapangan tidak seperti harapan Pemerintah ,karena melihat kondisi lapangan,bantuan sapi tersebut terkesan di paksakan ,pernyataan yang berbeda dan sulitnya pihak Dinas untuk memberikan Juklak/Juknis menjadi dugaan yang semakin mengerucut,ada apa di balik semua ini,sebab dari statemen yang di berikan oleh Sekdes Ndadipuro Kecamatan Widang Kabupaten Tuban Bambang sumantri yang merupakan  suami dari Fatmawati yang menjabat Kades Ngadipuro ,tampak bahwa baik pihak Pemerintah Desa maupun masyarakat tidak siap menerima bantuan sapi tersebut.

Pada team media yang mengadakan investigasi di lapangan Sekdes Ngadipuro Bambang Sumantri memaparkan bahwa, “kita yang jelas terkait bantuan sapi dari Kemendes kita bicara payung hukumnya merupakan bantuan yang di berikan pada BUMDes bersama,yang kebetulan pada saat itu alhamdulilah Desa Ngadipuro menjadi salah satu Desa penerima.

Awalnya disentralkan di Desa Ngadirejo ,tapi karena buat 3 Desa maka Ngadirejo merasa keberatan ,kita mengikuti sosialisasi di balai Desa Ngadirejo,dan hasilnya kandang harus di tempatkan di Tanah Kas Desa,kami menolak karena Ngadipuro TKDnya berada di tengah sawah.Arah bantuan adalah terpadu,dari peternakannya sapi,limbahnya dibuat bio gas agar bisa di manfaatkan oleh tiap kepala keluarga yang ada di sekitar kandang.” terang Bambang yang di dampingi Kades Ngadipuro Fatmawati.

( 09 – 04 – 2018 ). Masalah berapa besaran bantuan,segala sesuatunya,mulai kandang,Bio Gas dan tetek mbengeknya berapa jumlanya bantuan saya tidak tau,yang saya tau kita hanya menyiapkan kandang ,begitu kandang siap bantuan berupa sapi datang berjumlah 60 ekor sapi dan setelah kita timbang beratnya 18.620 kg dan asumsi harga dari rekanan seharga Rp.48.000/kg dan bila dirupiahkan berjumlah rp 893.760.000. itu tidak terhitung kandang,Bio Gas dan lain lain,

setelah dalam proses perawatan,ada 2 ekor sapi yang sakit ,akhirnya kita jual paksa 2 ekor sapi itu laku rp 15 juta.kita belikan lagi 1 ekor sapi sehingga bantuan yang kita terima berjumlah 59 ekor sapi.

Dalam proses pemeliharaan pada tahap ke 1,2 dan ketiga kita selalu merugi,hingga saat ini perawat sapi jera untuk memelihara,sebab sesuai petunjuk pelaksanaan pembagian menjadi 70% buat perawat dan 30% buat BUMDes bersama.Dan saat ini tahap pemeliharaan yang ke 4.” terang sekdes berkaca mata tersebut.

Dalam penelusuran team investigasi dilapangan ditemukan banyak kejanggalan.Badan Usaha Milik Desa /BUMDes Bersama di kecamatan Widang kabupaten Tuban yang meliputi Tiga Desa yaitu Ngadipuro,Ngadirejo dan Patihan pada tahun 2016 menerima bantuan Sapi dari Kemendes berjenis Brahma berjumlah 180 ekor yang masing – masing Desa menerima sebanyak 60 ekor.

Desa Ngadipuro Kecamatan Widang di dua kandang yaitu di Dusun Kandangan dan Dusun Klewer sapi bantuan dari Kemendes .Yang berada di kandang Dusun Kandangan.

Ada 36 ekor sapi,sedangkan di kandang di Dusun Klewer sudah sekitar 7 bulan dalam keadaan kosong.Bantuan Kemendes untuk Enam kelompok tiap kelompok 10 orang berarti 6 kelompok adalah 60 orang dan saat ini tinggal 2 orang perawat dengan sistem 70% perawat dan 30% masuk kas Bumdes.Bantuan dilengkapi kandang dengan kapasitas 50 ekor sapi dan pakan sentrat.

Desa Ngadirejo Kecamatan Widang keberadaan sapi bantuan hanya ada 29 ekor sapi dari 60 ekor sapi bantuan dari Kemendes.bantuan dari Kemendes untuk Enam kelompok setiap kelompok ada 10 orang mereka terdiri dari 60 orang itu mendapatkan 1 ekor sapi, kelompok di bentuk oleh Desa tiap 4 bulan sekali kelompok itu di ganti orangnya ,berarti 60 orang diganti yang baru 60 orang dengan alasan pembagian untuk fakir miskin jadi 60 orang itu adalah fakir miskin yang diambil dari Rt/Rw untuk di ajukan ke Desa sebagai anggota kelompok sekaligus menerima bantuan ,Empat bulan sekali rp 200,000 ,hitungan sapi bukan lagi per ekor padahal datangnya 60 ekor sapi dan menjadi 29 ekor sapi dengan alasan 60 ekor sapi beratnya hanya 18 ton, sedangkan kalau 29 ekor beratnya bisa mencapai 21 ton.Untuk perawat atau pekerja dengan cara sewa 4 orang perawat dengan upah yang 3 orang mendapat Rp,2,500.000/bulan dan yang seorang di bayar rp.650.000/bulan.

Desa Patihan Kecamatan Widang keberadaan sapi bantuan dari Kemendes hanya ada 32 ekor sapi dari 60 ekor sapi.penerima bantuan BUMDes ada 6 kelompok tiap kelompok berjumlah 5 orang yang berjumlah 30 orang.presentasi kerja bagi hasil dengan sistem 70% perawat dan 30% masuk BUMDes.

Dalam rapat Desa diputuskan bantuan akan dikembalikan ke induk BUMDes Bersama dengan alasan selalu merugi karena penggarap tidak Profesional,keterangan dari Kades Patihan BUMDes dalam pengawasan Polsek Widang.Bantuan di lengkapi kandang dan pakan.

( 09 – 04 – 2018 ). Kabid. Pemberdayaan dan Kelembagaan Masyarakat ,Ir.Soesilo hadi irwanto di ruang kerjanya pada team media menyampaikan ” Untuk kedepannya akan kita benahi sistem dan aturannya agar menjadi lebih baik lagi,dan aturannya bantuan sapi itu untuk pengembang biakan,agar dapat merata di masyarakat.Dan untuk pendampingan tidak ada ” terang Soesilo.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dan KB kabupaten Tuban Drs.Mahmudi.M.Si secara tertulis menyatakan bahwa”untuk program dari Kementerian Desa,PDT dan Transmigrasi ,kabupaten Tuban telah ditugaskan Pendamping Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa/P3MD, termasuk program bantuan pengembangan peternakan sapi terpadu.Sesuai ketentuan program mempunyai tugas pembinaan terhadap BUMDes Bersama dengan melakukan koordinasi ,Pelatihan,suvervisi,Monitoring dan Evaluasi yang dalam hal ini di bantu oleh Kecamatan.

Dan terkait Juklak/Juknis bantuan pengembangan peternakan sapi terpadu tersebut ,akan kami teruskan kepada Kemendes,PDT dan Transmigrasi dan Dirjen Pengembangan Kawasan Pedesaan.” papar Mahmudi.

Menurut keterangan warga yang enggan di sebut namanya mengatakan jikalau sapi – sapi tersebut di duga di jual ,di Ngadipuro ada 6 kelompok pengelola bantuan sapi dari Kemendes yang setiap kelompok menerima 10 ekor sapi.Dan harapannya akan dapat mengurangi pengangguran dan membantu peningkatan pendapatan warga di Desa Ngadipuro kok sia sia belaka,sapinya pada di jual nggak tau maksudnya gimana ,tanpa melalui musyawarah dengan ketua – ketua kelompok,saya sendiri sebatas rakyat kecil nggak berani protes “kata warga tersebut.. bersambung ( AGUS ).

No Responses

Leave a Reply

2 + 18 =