Sunday 22nd July 2018

Asal Usul Negeri Atas Angin Dan Bukit Cinta Yang Fenomenal

Asal Usul Negeri Atas Angin Dan Bukit Cinta Yang Fenomenal

BOJONEGORO (indoshinju.com) – Negeri Atas Angin, destinasi wisata yang Bojonegoro yang baru baru ini ramai diperbincangkan baik di sosial media maupun dari mulut ke mulut.

Bukit cinta, menjadi fenomenal, menjadi buah bibir, ternyata ada kisah yang melegenda pada bukit ini.

Berikut adalah perjalanan team indoshinju.com dalam menguak kisah negeri Atas Angin yang melegenda di Bojonegoro tersebut.

Pada minggu (24/01), Setelah beberapa bulan yang lalu obyek wisata atas angin diresmikan oleh Bupati Bojonegoro Suyoto.

Team dari media online indhosinju.com, mencoba mengulik asal usul negeri Atas Angin dan Desa Sekar.

Sesuai penuturan sang juru kunci, Harminto, Kades Bobol kepada indoshinju.com mengungkapkan kisah sebagai berikut.

Pada jaman kerajaan Mataram dahulu, tengah terjadi sebuah peperangan besar antara Kerajaan Pajang dan Mataram.

Dikisahkan pada saat peperangan sedang berkecemuk, seorang prajurit dan bangsawan yang bernama Raden Atas Aji, dan Dewi Sukarsih serta Raden Sujono Puro mengungsi di kawasan hutan yang lebat.

Hal tersebut karena situasi didalam kerajaan yang dirasa sudah tidak aman lagi untuk mereka bertiga tinggal.

Dikawasan hutan lebat tersebut mereka bernaung disebuah gua kecil tak tak jauh dari air terjun yang sampai saat ini dikenal dengan nama air terjun Jono Puro, menurt kisah nama ini diambil dari nama Raden Sujono Puro.

Sementara itu nama Atas Angin, diilhamai dari kisah legenda percintaan dua insan yang kekal sampai ajal menjemput.

Oleh sebab itulah kenapa dinamakan negeri atas angin dan Desa Sekar.

Diceritakan dalam kisah ini bahwa, Raden Atas Aji dan Dewi Sekarsih adalah pasangan kekasih yang memadu kasih dibukit cinta hingga maut memisahkan mereka.

Dan kisah cinta dua insan tersebut diyakini oleh masyarakat setempat tetap abadi sampai saat ini.

Sehingga nama Raden Atas Aji diabadikan menjadi nama Negeri Atas Angin, sedangkan nama Dewi Sukarsih dibadikan menjadi nama sebuah Desa, yaitu Desa Sekar.

Sementara itu masih menurut sumber yang sama, dikisahkan pila bahwa nenek moyang masyarakat yang tinggal di wilayah Madiun dan Bojonegoro dahulu selalu bermusuhan alias berseteru.

Namun didalam legenda ini Raden Atas Aji dan Dewi Sukarsih diyakini pernah megucapkan sebuah perkataan bahwa, Pada suatu ketika nanti akan tiba saatnya, akan tercipta perdamaian antara warga Madiun dengan warga Bojonegoro, mereka akan rukun dan damai setelah dipertemukan di kawasan Gunung Kendeng.

“Apakah, cerita nenek moyang itu terbukti dengan adanya kawasan Wisata Negeri Atas Angin itu, karena pengunjung Negeri Atas Angin itum tidak hanya warga Bojonegoro saja, akan tetapi juga banyak pengunjung yang berasal dari Kabupaten Ngawi, Nganjuk dan Madiun.” tambahnya.(Dan Kw)

No Responses

Leave a Reply

eighteen + nine =